Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026, Romario Murka Minta Carlo Ancelotti Dipecat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Harapan Brasil untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia kembali kandas. Tim berjuluk Selecao harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah takluk dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hasil tersebut menjadi pukulan telak bagi Brasil yang sejak awal datang sebagai salah satu kandidat kuat juara. Kekalahan itu juga memperpanjang penantian mereka meraih trofi Piala Dunia yang kini sudah berlangsung selama 24 tahun.
Norwegia memastikan tiket ke perempat final berkat penampilan gemilang Erling Haaland yang mencetak dua gol. Sementara itu, suasana duka menyelimuti kubu Brasil, termasuk Neymar yang terlihat tak mampu menyembunyikan rasa kecewanya usai pertandingan berakhir.
Kegagalan tersebut langsung memicu kritik dari berbagai pihak. Salah satu suara paling keras datang dari legenda sepak bola Brasil, Romario, yang secara terbuka melontarkan kemarahan kepada pelatih Carlo Ancelotti.
Romario Desak Ancelotti Angkat Kaki
Carlo Ancelotti baru mulai menangani Timnas Brasil pada Mei 2025. Kehadirannya saat itu diharapkan mampu membawa Selecao kembali berjaya setelah beberapa edisi Piala Dunia selalu gagal memenuhi ekspektasi.
Namun, hasil di Piala Dunia 2026 justru membuat posisinya berada di bawah tekanan besar.
Romario menilai kegagalan Brasil di babak 16 besar tidak bisa diterima. Menurut mantan striker yang membawa Brasil menjadi juara dunia pada 1994 itu, federasi seharusnya langsung mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut.
"Dia tidak bisa tetap menjadi pelatih kepala Brasil. Jika saya yang bertanggung jawab atas federasi, saya akan masuk ke ruang ganti, menyuruhnya pergi ke neraka dan merobek kontraknya di tempat," kata Romario.
Pernyataan itu memperlihatkan betapa besarnya kekecewaan mantan pemain berusia 60 tahun tersebut terhadap performa Selecao di turnamen kali ini.
Sebut Kekalahan dari Norwegia Sebagai Aib
Romario juga menganggap penampilan Brasil saat menghadapi Norwegia sangat jauh dari standar tim yang sudah lima kali menjuarai Piala Dunia.
Menurutnya, permainan yang diperlihatkan Selecao menjadi salah satu penampilan paling mengecewakan dalam sejarah modern sepak bola Brasil.
Tak berhenti sampai di situ, Romario bahkan mengeluarkan pernyataan yang lebih tajam terkait masa depan Ancelotti.
"Pertandingan melawan Norwegia adalah aib. Saya bahkan akan menggugatnya ke pengadilan. Kemudian kita akan lihat apa yang terjadi, tetapi dia tidak bisa tetap tinggal," ujarnya.
Ucapan tersebut langsung menjadi sorotan karena menunjukkan besarnya tekanan yang kini mengarah kepada Ancelotti setelah kegagalan Brasil di ajang paling bergengsi sepak bola dunia.
Meski kritik terus berdatangan, Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) dikabarkan belum berencana mengambil keputusan dalam waktu dekat. Hingga saat ini, CBF masih memilih mempertahankan Carlo Ancelotti sebagai pelatih Timnas Brasil.
Keputusan itu membuat masa depan Ancelotti masih menjadi tanda tanya. Di satu sisi, ia mendapat dukungan dari federasi, tetapi di sisi lain tekanan publik dan para legenda Brasil dipastikan akan terus meningkat setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.