8 Figur Publik yang Jabat Komisaris dan Direktur BUMN, Ada Giring hingga Taufik Hidayat!

Genvoice.id | 11 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jajaran kursi kepemimpinan dan pengawasan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini semakin berwarna dengan masuknya sejumlah tokoh dari panggung hiburan dan figur publik tanah air.

Kementerian BUMN secara konsisten menempatkan nama-nama populer, mulai dari musisi legendaris, aktor senior, legenda olahraga, hingga jurnalis senior untuk mengisi posisi strategis sebagai komisaris maupun direktur perusahaan pelat merah.

Penunjukan ini terus menarik perhatian masyarakat karena mengombinasikan popularitas serta rekam jejak mereka di luar sektor korporasi formal.

Langkah ini diambil guna membawa perspektif baru dan memperkuat tata kelola di berbagai sektor industri BUMN, mulai dari aviasi, energi, hingga industri kreatif. Menariknya, beberapa dari figur publik ini bahkan merangkap jabatan sebagai pejabat tinggi atau staf khusus di lingkungan pemerintahan pusat.

Bagi Gen yang penasaran siapa saja tokoh yang berpindah dari panggung sorotan publik ke ruang rapat korporasi BUMN, berikut adalah daftar delapan figur publik yang menduduki jabatan penting tersebut:

Daftar Figur Publik di Jajaran Petinggi Perusahaan BUMN

1. Giring Ganesha (Komisaris Independen PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk / GMFI)

Mantan vokalis grup band Nidji yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Kebudayaan ini dipercaya mengawasi anak usaha Garuda Indonesia yang bergerak di bidang perawatan pesawat.

2. Yovie Widianto (Komisaris PT Pupuk Indonesia / Persero)

Musisi dan komposer papan atas Indonesia ini menduduki kursi komisaris di salah satu holding BUMN terbesar. Di pemerintahan, Yovie juga aktif sebagai Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif.

3. Ari Sihasale (Komisaris PT Pengembangan Pariwisata Indonesia / Persero - ITDC)

Aktor sekaligus produser film senior ini diberi mandat untuk memperkuat jajaran pengawas di perusahaan pelat merah yang fokus pada pengembangan kawasan pariwisata strategis di Indonesia.

4. Ifan Seventeen (Direktur Utama PT Produksi Film Negara / PFN)

Pemilik nama asli Riefian Fajarsyah ini dipercaya memimpin langsung sebagai Direktur Utama di PFN untuk menakhodai transformasi perusahaan dalam memajukan industri perfilman nasional.

5. Taufik Hidayat (Komisaris PT PLN Energi Primer Indonesia / PLN EPI)

Legenda hidup bulu tangkis dunia yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) juga turut dilibatkan dalam menjaga rantai pasok energi nasional di anak usaha PLN.

6. Fauzi Baadilla (Komisaris Independen PT Pos Indonesia / Persero - PosIND)

Aktor kawakan yang telah lama melangang-buana di industri perfilman Indonesia kini didapuk menjadi komisaris independen untuk mengawal transformasi digital di tubuh Pos Indonesia.

7. Grace Natalie (Komisaris Independen PT Mineral Industri Indonesia / Persero - MIND ID)

Mantan jurnalis televisi dan tokoh politik nasional ini dipercaya untuk mengawasi holding BUMN industri pertambangan Indonesia.

8. Mufli Budi Ananda (Komisaris PT Krakatau Posco)

Dikenal luas di ruang publik sebagai asisten pribadi dari Utusan Khusus Presiden, Raffi Ahmad, ia kini mendapatkan kepercayaan untuk duduk di kursi komisaris perusahaan baja patungan tersebut.

Selain kedelapan nama di atas, beberapa pejabat kementerian juga tercatat mengisi posisi komisaris BUMN, seperti Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria.

Fenomena masuknya para artis dan figur publik ke dalam jajaran kepemimpinan BUMN menandai babak baru dalam strategi pengelolaan perusahaan milik negara yang lebih inklusif dan dinamis. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menjadi pemanis di jajaran direksi dan komisaris, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui jejaring luas serta gagasan inovatif yang mereka miliki.

Kini, tantangan terbesar bagi para figur publik tersebut adalah membuktikan kapasitas profesional mereka di meja korporasi guna menjaga transparansi dan mendongkrak performa bisnis BUMN di mata masyarakat luas.