Trump Mau Naikkan Tarif Impor 20 Persen ke Banyak Negara! Harga Mainan, Saham, sampai Inflasi Bisa Kacau

Genvoice.id | 11 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kebijakan kontroversial kembali muncul dari Donald Trump. Mantan Presiden Amerika Serikat itu bikin geger setelah menyatakan niatnya buat mengenakan tarif impor baru sebesar 15 hingga 20 persen ke hampir semua negara mitra dagang AS. Ya, Gen, hampir semua!

Pernyataan ini dia ungkapkan dalam wawancara eksklusif bareng NBC News, Kamis (10/7), dan langsung jadi bahan pembicaraan. "Kami hanya akan mengatakan semua negara yang tersisa akan membayar, entah itu 20 persen atau 15 persen. Kita akan mengatur itu sekarang," kata Trump dengan nada santai, seolah dampaknya bisa diremehkan.

Saat ini tarif impor masih di angka 10 persen. Tapi Trump yakin kalau rencana ini bakal diterima baik. Katanya, pasar saham AS bahkan sempat cetak rekor baru. Meskipun faktanya, indeks S&P 500 sebelumnya sempat anjlok drastis setelah pengumuman tarif global pertama pada April lalu.

Yang jadi sorotan lain adalah komentar CEO Hasbro, Chris Cocks, soal harga mainan yang mungkin naik drastis kalau tarif benar-benar naik. Tapi Trump malah cuek. "Saya tidak tahu. Saya tidak mendengar apa pun tentang Hasbro. Saya tidak peduli dengan harga mereka," ucapnya.

Trump bahkan menyindir, kalau produsen mainan itu produksi barangnya di AS, kenaikan harga enggak bakal terjadi. "Kalau saja mereka membuat mainan mereka di sini, mereka tidak akan mengalami kenaikan harga," tambahnya.

Masih dalam wawancara yang sama, Trump juga menyentil isu besar lainnya: konflik Rusia dan Ukraina. "Saya kecewa dengan Rusia, tapi kita lihat saja apa yang terjadi dalam beberapa pekan ke depan," katanya, sambil menjanjikan pernyataan penting soal Rusia pada hari Senin nanti. Tapi ya gitu, tanpa penjelasan rinci.

Trump juga mengklaim sudah ada kesepakatan baru antara AS, NATO, dan Ukraina terkait pengiriman senjata. Menurutnya, AS hanya mengirim senjata ke NATO, dan NATO yang bakal mengganti semua biayanya. "Kita mengirimkan senjata ke NATO, dan NATO membayar 100 persen untuk senjata-senjata itu," klaimnya.

Belum jelas apakah dia maksud skema baru di mana negara-negara NATO beli senjata dari AS untuk dikirim ke Ukraina. Tapi yang jelas, Trump tetap lanjut kirim bantuan senjata ke Ukraina, meski sebelumnya sempat ditunda oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Penundaan itu bahkan bikin banyak pejabat di internal pemerintahan Trump kaget.

Saat ditanya soal penundaan itu, Trump malah santai lagi. "Saya tidak tahu apa-apa mengenai itu," katanya, lalu menyebut Hegseth "melakukan pekerjaan yang hebat."