Nvidia Dikabarkan Siapkan Chip AI Khusus untuk Tiongkok, Rilis Dijadwalkan September 2025

Genvoice.id | 11 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Nvidia, dilaporkan tengah bersiap meluncurkan chip kecerdasan buatan (AI) khusus untuk pasar Tiongkok secepatnya pada September 2025.

Dilansir dari TechCrunch, chip tersebut dikembangkan berdasarkan arsitektur Blackwell RTX Pro 6000, namun dimodifikasi khusus untuk memenuhi aturan ekspor ketat yang diberlakukan pemerintah AS terhadap penjualan teknologi sensitif ke Tiongkok.

Untuk menghindari pelanggaran sanksi ekspor, versi chip AI yang dirancang untuk pasar Tiongkok tidak akan dilengkapi dengan high-bandwidth memory (HBM) maupun NVLink, antarmuka kecepatan tinggi yang menjadi ciri khas chip AI kelas atas Nvidia.

Langkah ini menjadi strategi kompromi yang memungkinkan Nvidia tetap menjual chip AI di Tiongkok, meskipun fitur-fitur kunci dipangkas. Ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mempertahankan posisi di pasar Tiongkok yang sebelumnya sangat menguntungkan, sebelum serangkaian pembatasan perdagangan diberlakukan oleh pemerintah AS sejak 2022.

CEO Nvidia Jensen Huang sempat menyatakan pada Juni lalu bahwa perusahaannya tidak lagi memasukkan Tiongkok dalam proyeksi pendapatan dan laba karena hambatan regulasi ekspor. Namun, dengan munculnya rencana peluncuran chip modifikasi ini, sikap Nvidia terhadap pasar Tiongkok bisa saja berubah kembali.

Seorang juru bicara Nvidia menegaskan bahwa pembatasan saat ini secara efektif telah membuat Nvidia keluar dari pasar pusat data di Tiongkok, yang kini mulai dikuasai oleh Huawei dan pemain lokal lainnya. Namun, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan komunitas pengembang di negara tersebut.

"Tiongkok memiliki salah satu populasi pengembang terbesar di dunia yang menciptakan foundation model open-source dan aplikasi non-militer yang digunakan secara global. Keamanan tentu menjadi hal utama, tetapi semua aplikasi itu seharusnya bisa berjalan paling optimal di ekosistem AI buatan AS," ujar juru bicara tersebut.

Langkah Nvidia ini terjadi di tengah meningkatnya kompetisi dengan Huawei, yang makin agresif mengembangkan chip dan platform AI dalam negeri. Jika Nvidia berhasil merilis chip modifikasi tersebut, perusahaan berpotensi kembali menancapkan pengaruhnya di pasar AI Tiongkok,meski dengan spesifikasi teknis yang lebih terbatas.

Namun, keputusan ini juga berisiko memicu perhatian baru dari regulator AS, yang sebelumnya telah mengatur dengan ketat ekspor chip canggih ke Tiongkok dengan alasan keamanan nasional.