Kemunculan Hantavirus Sudah Diramal oleh Film "X-Files" Tahun 1998, Kok Bisa?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus wabah hantavirus yang dikaitkan dengan kapal pesiar MV Hondius tengah ramai diperbincangkan publik dunia. Di tengah meningkatnya perhatian terhadap virus tersebut, warganet justru dibuat heboh setelah menemukan bahwa serial dan film The X-Files: Fight the Future ternyata pernah mengangkat cerita serupa sejak 1998.
Potongan adegan film itu viral di media sosial dan memicu berbagai teori konspirasi dari netizen, terutama di Amerika Serikat. Salah satu unggahan yang ramai dibagikan berasal dari akun nostalgia @90.nostalgia4millennial dan ikut menarik perhatian pengguna internet.
Film "The X-Files: Fight the Future" merupakan versi layar lebar dari serial populer The X-Files yang mengikuti kisah dua agen FBI, Fox Mulder dan Dana Scully, dalam menyelidiki berbagai kasus misterius hingga teori konspirasi.
Dalam film tersebut, Mulder dan Scully menyelidiki wabah misterius yang berkaitan dengan hantavirus. Salah satu adegan yang kini kembali viral memperlihatkan seorang informan menyebut wabah itu sebagai bagian dari konspirasi besar pemerintah Amerika Serikat.
"Wabah untuk mengakhiri semua wabah, senjata sunyi untuk perang yang senyap," ujar karakter dalam film tersebut.
Dialog itu langsung memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak pengguna internet mengaitkan cerita film dengan situasi wabah hantavirus yang saat ini sedang dipantau otoritas kesehatan dunia.
Beberapa komentar netizen bahkan menyebut "The X-Files" seperti berhasil "meramalkan" masa depan. Ada pula yang kembali menonton ulang serial tersebut karena merasa banyak cerita fiksinya kini terasa relevan dengan kondisi dunia nyata.
Serial ciptaan Chris Carter itu memang dikenal sering mengangkat tema konspirasi pemerintah, wabah biologis, hingga fenomena misterius yang memicu rasa penasaran penonton sejak era 1990-an.
Sementara itu, kasus hantavirus sendiri kini menjadi perhatian internasional setelah muncul laporan klaster penyakit di kapal pesiar MV Hondius. Organisasi World Health Organization atau WHO telah menerima laporan terkait delapan kasus dengan tiga korban meninggal dunia.
Dilaporkan pula bahwa otoritas kesehatan sedang melacak kemungkinan paparan di 12 negara setelah sejumlah penumpang turun dari kapal sebelum investigasi selesai dilakukan.
Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, status wabah saat ini masuk kategori Level 3 Emergency Response. Meski ancaman terhadap publik disebut masih rendah, kasus tersebut tetap dipantau ketat karena tingkat kematian hantavirus tergolong tinggi.
Dokter Ashish Jha menyebut hantavirus memiliki tingkat kematian sekitar 30 hingga 40 persen dan gejalanya bisa muncul setelah beberapa waktu.
Hantavirus sendiri umumnya menular melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Hingga kini, investigasi terkait penyebaran kasus di MV Hondius masih terus berlangsung.