Kemenkes Ingatkan Bahaya Hantavirus, Masyarakat Diminta Waspada Tikus dan Banjir

Genvoice.id | 11 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah risiko penularan hantavirus yang berkaitan dengan tikus dan area tidak higienis.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan kesadaran masyarakat terhadap sumber penularan hantavirus perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang rawan banjir dan memiliki populasi tikus tinggi.

"Di samping kebersihan lingkungan, kita harus betul-betul sadar terkait sumber penularan hantavirus yang infeksinya dari tikus," kata Andi dalam konferensi pers daring, Senin.

Ia menjelaskan, tikus menjadi salah satu hewan pembawa virus yang dapat menularkan penyakit melalui urin, air liur, maupun kotorannya. Karena itu, kebersihan lingkungan dinilai menjadi faktor penting untuk menekan risiko penyebaran.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat banjir terjadi. Kondisi banjir disebut dapat meningkatkan potensi paparan berbagai penyakit menular, termasuk hantavirus dan Leptospirosis.

Menurut Andi, masyarakat sebaiknya tidak bermain atau terlalu lama berada di genangan banjir karena air yang tercemar dapat membawa berbagai bakteri maupun virus berbahaya.

"Ketika terjadi banjir jangan malah bermain-main banjir, karena sebenarnya itu berisiko terhadap beberapa penyakit menular," ujarnya.

Peringatan tersebut muncul setelah adanya laporan klaster penyakit pernapasan akut di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Atlantik dan Afrika. Kasus itu dikaitkan dengan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS dengan strain Andes virus yang dikenal memiliki tingkat kematian tinggi.

Meski demikian, Kemenkes menegaskan kondisi di Indonesia berbeda dengan kasus MV Hondius. Indonesia sejauh ini hanya mencatat kasus hantavirus tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) sejak 1991 dengan jumlah terbatas.

Pemerintah juga menekankan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti penularan hantavirus antarmanusia di Indonesia. Kasus yang tercatat selama ini lebih banyak berkaitan dengan paparan tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, masyarakat juga diminta mengendalikan populasi tikus, menggunakan alat pelindung saat membersihkan area kotor, serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat liar.