Lebaran Nggak Harus Beli! Tren Sewa Tas Mewah Meledak, Dior dan Chanel Jadi Rebutan

Genvoice.id | 11 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang Lebaran, tren tampil mewah tanpa harus membeli barang mahal semakin terasa.

Salah satunya terlihat dari lonjakan minat penyewaan tas bermerek di platform Lavergne.id, yang mencatat peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Dua nama besar, Dior dan Chanel, menjadi favorit pelanggan. Keduanya dikenal punya desain klasik yang fleksibel dipadukan dengan berbagai outfit, terutama untuk momen spesial seperti Lebaran.

Perwakilan tim Sales dan Marketing Lavergne.id, Edha Clarissa, menjelaskan bahwa daya tarik utama kedua brand tersebut terletak pada modelnya yang timeless. Tas-tas ini tidak lekang tren, sehingga tetap terlihat elegan di berbagai kesempatan.

Mayoritas penyewa berasal dari kalangan profesional berusia sekitar 30 tahunan. Mereka cenderung memilih opsi sewa sebagai cara praktis untuk tetap tampil stylish tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli tas branded.

Harga sewanya pun cukup variatif, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp1,5 juta untuk sekali pemakaian, tergantung jenis dan kondisi tas. Meski begitu, angka tersebut dinilai jauh lebih terjangkau dibandingkan harga asli produk yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Menariknya, momentum Lebaran ikut mendorong lonjakan omzet bisnis ini. Dalam periode tersebut, pendapatan Lavergne.id bisa menembus Rp100 juta hingga Rp150 juta, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap layanan ini.

Untuk menjaga keamanan barang, pihak penyedia menerapkan sistem seleksi ketat terhadap calon penyewa, ditambah dengan deposit sebagai jaminan. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko kehilangan atau penyalahgunaan produk.

Fenomena ini juga mendapat sorotan dari Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna. Ia menilai tren sewa tas mewah sebagai bentuk perubahan gaya hidup yang lebih rasional.

Menurutnya, konsumen kini semakin mempertimbangkan nilai guna dibanding sekadar kepemilikan. Menyewa menjadi solusi agar tetap tampil menarik di momen penting tanpa harus membebani keuangan.

Lebih jauh lagi, tren ini juga dianggap sejalan dengan konsep fesyen berkelanjutan. Dengan sistem berbagi pakai, satu produk bisa digunakan oleh banyak orang, sehingga membantu mengurangi produksi berlebih dan limbah dari industri mode.

Di balik gengsi tas mewah, kini ada pola pikir baru yang mulai terbentuk: tampil elegan tak selalu harus memiliki.