Heboh Simbol Mata Satu di Visual Album Isyana Sarasvati, Netizen Kaitkan dengan Isu Illuminati?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Penyanyi Isyana Sarasvati kembali menjadi pusat perhatian publik setelah merilis babak penutup dari album kelimanya yang bertajuk ELEKTIKO.
Namun, kali ini bukan hanya soal musikalitasnya yang jenius, melainkan visual babak ABADHI yang dinilai cukup misterius hingga membuat netizen bergidik.
Penggunaan simbol mata satu dengan latar dominan merah dan hitam memicu beragam spekulasi liar di media sosial, mulai dari isu Illuminati hingga dikaitkan dengan aliran tertentu.
Lantas, apa makna sebenarnya di balik visual berani Isyana Sarasvati di label independennya, REDROSE Records? Simak ulasan lengkap mengenai reaksi publik dan fakta di balik album terbaru Isyana berikut ini.
Proyek Ambisius ELEKTIKO
Album ELEKTIKO sendiri merupakan karya besar Isyana di bawah label independennya, REDROSE Records. Dirilis secara bertahap sejak Mei 2025, album ini terbagi dalam empat babak: LUNORA, MAMIU, CECILIA, dan ditutup oleh ABADHI.
Setiap bagian mewakili perjalanan emosional dan musikal Isyana yang berbeda-beda, mulai dari kolaborasi lintas musisi hingga eksplorasi sisi feminin.
Spekulasi Konspirasi dan Reaksi Netizen
Kehadiran simbol mata satu di babak ABADHI memicu perdebatan panas di media sosial, terutama di platform Threads. Berikut beberapa poin yang menjadi sorotan:
-
Teori Konspirasi: Sejumlah netizen mengaitkan simbol tersebut dengan isu Illuminati dan "fitnah dajjal".
-
Aura Visual yang Janggal: Penggunaan warna merah-hitam, elemen api, hingga gaya busana Isyana dinilai sebagian orang terasa menyeramkan dan memiliki "aura" yang berbeda dari citra pop Isyana di awal kariernya.
-
Kaitan dengan Musisi Lain: Netizen juga mengungkit kolaborasi Isyana dengan Hindia, yang sebelumnya pernah tersandung kontroversi serupa terkait simbolisme dalam konser.
Sudut Pandang Berbeda
Meski banyak yang merasa "bergidik", tidak sedikit netizen yang membela Isyana. Mereka berpendapat bahwa masyarakat tidak seharusnya terlalu cepat menghakimi sebuah karya seni dengan kacamata mistis atau konspirasi.
Isyana sendiri secara konsisten menyatakan bahwa musiknya adalah bentuk kebebasan berekspresi yang autentik tanpa terikat oleh genre atau teori tertentu.
Kontroversi simbolisme seperti ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, mengingat musisi besar seperti Ahmad Dhani pun pernah menghadapi tuduhan serupa di masa lalu.
Pada akhirnya, kontroversi mengenai simbolisme dalam karya seni memang selalu mengundang perdebatan panjang antara penikmat musik dan penganut teori konspirasi.
Isyana Sarasvati sendiri menegaskan bahwa setiap karya dalam album ELEKTIKO adalah bentuk kebebasan berekspresi yang autentik dan personal.
Terlepas dari segala spekulasi yang beredar di media sosial, keberanian Isyana untuk terus bereksplorasi secara visual dan musikal menunjukkan integritasnya sebagai musisi independen yang sulit ditebak.
Bagaimana menurut Gen, apakah visual tersebut murni sebuah estetika seni atau memang memiliki pesan tersembunyi? Jangan lupa bagikan pendapat kamu di kolom komentar!