Bukan Cuma Imlek! Jakarta Siapkan Festival Ramadan & Nyepi 2026 yang Bikin Kota Makin Hidup

Genvoice.id | 11 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Jakarta tidak akan berhenti merayakan momen besar setelah Imlek 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan rencana besar untuk menyelenggarakan festival Ramadan dan perayaan Nyepi pada tahun ini, sebagai bagian dari kalender budaya dan religius yang meriah di ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan bahwa festival Ramadan akan diselenggarakan dalam kurun waktu dua minggu menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Festival ini diharapkan bukan hanya jadi ajang perayaan religius, tetapi juga menghidupkan ekonomi lokal melalui kerja sama dengan berbagai pelaku usaha seperti hotel, pusat perbelanjaan, serta pedagang pasar tradisional di Jakarta.

"Selain kita bikin lampu, tapi kita juga bikin paket-paket sebetulnya kerja sama dengan hotel, dengan ya mungkin kita boleh sebut Pasar Tanah Abang, supaya apa? Meningkatlah ekonomi," ungkap Rano di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Tak hanya festival Ramadan, perayaan Nyepi juga masuk dalam agenda besar Pemprov DKI. Untuk menyemarakkan Hari Raya Nyepi, pemerintah berencana memasang instalasi penjor di sejumlah kawasan strategis ibu kota, khususnya di Bundaran HI yang sudah dikenal sebagai pusat perayaan budaya di Jakarta.

"Di sekitar sini kita akan pasang penjor-penjor," lanjut Rano.

Instalasi ini diharapkan menjadi daya tarik turis sekaligus simbol penghormatan terhadap tradisi Bali. Rangkaian festival ini dipandang sebagai bagian dari upaya Jakarta mempertahankan semangat toleransi dan keberagaman budaya.

Tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi warga Jakarta yang ingin merayakan momen religius, tetapi juga menjadi magnet wisatawan domestik yang ingin mengalami beragam nuansa perayaan dalam satu kota besar.

Selain itu, agenda ini diperkirakan dapat memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Mengingat festival semacam ini menarik ribuan pengunjung, setidaknya para pelaku bisnis kecil sampai besar akan merasakan manfaatnya melalui lonjakan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di area perayaan.

Pemprov juga berharap kegiatan yang terjadwal sepanjang musim budaya ini, dimulai dari Imlek, disambung dengan festival Ramadan, hingga perayaan Nyepi, bisa menjadi gambaran bagi kota lain di Indonesia dalam mengelola kalender budaya yang inklusif dan menarik.