Usai Rilis Memoar Broken Strings, Aurelie Moeremans Akui Terus Diganggu Pihak Tertentu

Genvoice.id | 11 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aurelie Moeremans mengaku kembali mengalami gangguan dari pihak tertentu setelah merilis buku memoarnya yang mengungkap pengalaman pahit di masa lalu.

Buku berjudul Broken Strings itu dibagikan secara gratis melalui media sosial dan memuat kisah Aurelie yang mengaku menjadi korban grooming sejak usia 15 tahun.

Dalam memoar tersebut, Aurelie menceritakan relasinya dengan seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya. Tanpa menyebut nama, ia mengisahkan bagaimana dirinya mengalami manipulasi, kontrol, hingga kekerasan, sebelum perlahan berusaha menyelamatkan diri dari situasi tersebut.

"Aku nulis buku tentang pengalaman aku mengalami kekerasan saat umur 15 tahun. Niatnya sederhana, berbagi, tanpa sebut nama, tanpa serang siapa pun," tulis Aurelie dalam kolom komentar unggahannya, Jumat (9/1).

Namun, alih-alih meredam masa lalu, buku tersebut justru memicu reaksi dari pihak yang merasa tersentil. Aurelie mengaku kembali diganggu, meski selama ini memilih diam.

"Lucunya, ada yang merasa, lalu malah ganggu aku lagi. Padahal caranya justru berisiko buat dirinya sendiri. Selama ini aku memilih diam, tapi diam itu pilihan, bukan kewajiban. Dan setiap pilihan punya batas," lanjutnya.

Aurelie juga sempat mengunggah video saat dirinya bertanya kepada ChatGPT mengenai status hukum sebuah pernikahan yang tidak tercatat secara negara. Menurutnya, informasi tersebut kemudian dipelintir dan dijadikan alat untuk mengklaim pernah menikah dengannya. CNNIndonesia.com telah meminta izin Aurelie untuk mengutip unggahan tersebut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Aurelie mengungkap bahwa mantan pasangannya diduga sempat mengancamnya ketika ia menolak ajakan berhubungan intim. Ia juga menggambarkan secara gamblang berbagai bentuk kekerasan yang dialaminya, yang kemudian menyeret nama musisi Roby Tremonti-mantan kekasih yang dikabarkan menikah dengannya pada 2011.

Pernikahan tersebut disebut terjadi saat Aurelie berusia 18 tahun, tanpa kehadiran orang tua dan tidak pernah tercatat secara resmi. Dalam unggahan lama pada 2020, Aurelie mengaku pernikahan itu dijalani dalam kondisi terpaksa dan penuh ancaman.

Sejak Broken Strings dirilis, Aurelie mendapatkan gelombang dukungan luas dari warganet. Banyak yang menyuarakan simpati, sekaligus mengecam sosok yang diduga terlibat dalam kisah kelam tersebut.

Di sisi lain, Roby Tremonti menyampaikan bantahannya melalui media sosial. Ia mengaku menerima banyak komentar yang disebutnya sebagai fitnah dan menilai semua tudingan tersebut bertujuan menjatuhkan reputasinya.

Meski masa lalu kembali disorot, Aurelie menegaskan pilihannya untuk bersuara bukan demi menyerang siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses penyembuhan dan pembelaan atas dirinya sendiri.