Ukraina Serahkan Revisi Rencana Damai ke AS Hari Ini, Tolak Mentah-mentah Tukaran Wilayah dengan Jaminan Keamanan AS!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar terbaru dari konflik Ukraina dan Rusia makin memanas! Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, baru saja mengumumkan bahwa Kyiv akan menyerahkan usulan perubahan atau revisi atas rencana resolusi konflik kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) hari ini, Rabu (10/12/2025).
Pengumuman ini datang setelah berminggu-minggu negosiasi rahasia dan tekanan diplomatik yang kuat dari pihak AS. Zelenskyy mengungkapkan bahwa revisi rencana damai ini diserahkan setelah timnya berdiskusi intensif.
"Kami sedang berdiskusi dengan para penasihat kami hari ini dan esok. Saya pikir kami akan menyerahkan versi terbaru rencana penyelesaian tersebut besok," ujar Zelenskyy, seperti dikutip saluran televisi hromadske pada Selasa (9/12).
Tekanan AS dan Isu Tukaran Wilayah
Langkah ini dilakukan di tengah tekanan yang luar biasa dari utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, dan menantu Donald Trump, Jared Kushner. Keduanya adalah tokoh kunci yang ditugaskan Trump untuk memajukan usulan perdamaian baru bagi Ukraina. Proposal yang didorong oleh AS ini bahkan telah dibahas oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dengan Witkoff dan Kushner di Kremlin pada Selasa (2/12) lalu.
Surat kabar Financial Times melaporkan bahwa Witkoff dan Kushner memberi Zelenskyy waktu "beberapa hari" untuk memberikan tanggapan terhadap rencana damai tersebut.
Tekanan terhadap Zelenskyy semakin terasa. Ia dilaporkan mengatakan kepada sekutu-sekutu Eropanya bahwa Witkoff dan Kushner menekannya selama panggilan telepon dua jam pada hari Sabtu (6/12) untuk segera menanggapi rencana yang secara eksplisit menuntut Kyiv menerima kehilangan wilayah yang signifikan sebagai imbalan atas jaminan keamanan dari AS.
Trump Ingin Damai Selesai Sebelum Natal
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dikabarkan ingin menyelesaikan kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia tersebut "sebelum Natal." Keinginan ini muncul di tengah kekecewaannya karena ia merasa Zelenskyy belum serius mempelajari proposal perdamaian yang disusun AS.
Padahal, Zelenskyy baru-baru ini juga menegaskan bahwa Ukraina menolak mentah-mentah gagasan menukar wilayah mereka dengan jaminan keamanan. Menurutnya, Ukraina tidak memiliki hak, baik secara hukum berdasarkan konstitusi maupun secara moral, untuk menyerahkan wilayah Donbas dan wilayah lain yang diduduki kepada Rusia. Ia menekankan bahwa isu wilayah adalah poin paling sensitif yang belum ada kompromi.
Revisi yang diserahkan Kyiv hari ini dipercaya adalah upaya untuk menyeimbangkan tuntutan AS dan Eropa, sambil tetap mempertahankan kedaulatan wilayahnya yang menjadi garis merah.
Gen, melihat tekanan dari AS dan sikap teguh Zelenskyy yang menolak konsesi wilayah, menurut kalian, mungkinkah kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia benar-benar tercapai sebelum Natal?