Partai Demokrat Menolak Kebijakan Trump Izinkan Nvidia Jual H200 ke Tiongkok
WASHINGTON - Para anggota Partai Demokrat di Kongres dengan cepat menolak perubahan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengizikan Raksasa Chip AS Nvidia menjual chip kecerdasan AI H200 dijual ke Tiongkok. Mereka menyebutnya sebagai kesalahan besar yang akan membantu militer dan ekonomi Tiongkok.
Presiden Donald Trump, Senin (8/12), mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengizinkan raksasa chip Amerika Serikat, Nvidia, mengekspor chip kecerdasan buatan (AI) canggih ke Tiongkok.
Seperti dikutip dari Channel NewsAsia, pengumuman tersebut menandai perubahan signifikan dalam kebijakan ekspor AS untuk chip AI tingkat lanjut, yang sebelumnya sangat dibatasi oleh pemerintahan Joe Biden karena kekhawatiran keamanan nasional terkait potensi penggunaan oleh militer Tiongkok.
Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan bahwa ia telah memberi tahu Xi bahwa Washington akan mengizinkan Nvidia mengirimkan produk H200 kepada pelanggan yang disetujui di Tiongkok, dan negara-negara lain, dengan ketentuan yang memungkinkan keamanan nasional yang tetap kuat.
"Presiden Xi merespons secara positif! Sebesar 25 persen akan dibayarkan kepada Amerika Serikat," tulis Trump, tanpa menjelaskan lebih jauh bagaimana mekanisme pembayaran tersebut akan dilakukan.
Trump mengkritik pendekatan pendahulunya, dengan mengatakan bahwa kebijakan itu "memaksa perusahaan-perusahaan besar kita menghabiskan miliaran dollar AS untuk membuat produk 'terdegradasi' yang tidak diinginkan siapa pun, sebuah ide buruk yang memperlambat inovasi dan merugikan para pekerja AS."
Pernyataan tersebut merujuk pada persyaratan pemerintahan sebelumnya bagi perusahaan chip untuk membuat versi yang dimodifikasi dan memiliki kemampuan lebih rendah khusus untuk pasar Tiongkok. Chip tersebut memiliki performa yang dibatasi, misalnya kecepatan pemrosesan lebih rendah untuk mematuhi peraturan kontrol ekspor.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, secara tidak langsung mengonfirmasi kesepakatan tersebut saat ditanya, tetapi mengatakan bahwa "Tiongkok selalu mendorong manfaat bersama dan hasil saling menguntungkan melalui kerja sama antara Tiongkok dan AS".
Bukan Seri Blackwell
Di bawah pembatasan pada era Biden, ekspor chip H200 dan chip canggih serupa diblokir ke Tiongkok.
"Kami mengapresiasi keputusan Presiden Trump yang memungkinkan industri chip Amerika bersaing untuk mendukung pekerjaan bergaji tinggi dan kegiatan manufaktur di Amerika," kata juru bicara Nvidia kepada AFP.
"Menawarkan H200 kepada pelanggan komersial yang telah disetujui dan diseleksi oleh Departemen Perdagangan merupakan langkah yang seimbang dan sangat baik bagi Amerika."
Trump menekankan bahwa chip paling canggih Nvidia, seri Blackwell dan prosesor generasi berikutnya Rubin, tidak termasuk dalam kesepakatan itu dan tetap tersedia hanya untuk pelanggan di AS.
Chip H200 sendiri tertinggal sekitar 18 bulan dibandingkan dengan teknologi tercanggih perusahaan saat ini. Chip tersebut, Graphic Processing Units (GPU), digunakan untuk melatih model AI yang menjadi fondasi revolusi kecerdasan buatan generatif yang dimulai dengan peluncuran ChatGPT pada 2022.
Departemen Perdagangan saat ini sedang merampungkan detail implementasi kebijakan, dengan Trump mengatakan bahwa "pendekatan yang sama akan berlaku untuk AMD, Intel, dan perusahaan-perusahaan Amerika besar lainnya.