Malaysia Terus Cari Satu Warga di Sumatera Pasca Banjir Bandang, Operasi SAR di Padang Panjang Masuki Hari ke-15!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera beberapa waktu lalu ternyata masih menyisakan satu pekerjaan besar, yaitu pencarian seorang warga negara asing yang belum ditemukan. Otoritas Malaysia mengonfirmasi bahwa hingga kini, satu warganya masih belum berhasil ditemukan pasca bencana dahsyat tersebut.
Kementerian Luar Negeri Malaysia menegaskan bahwa Konsulat Jenderal mereka di Medan terus bekerja sama dan berkoordinasi erat dengan otoritas Indonesia untuk melanjutkan proses pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue atau SAR).
Pencarian warga negara Malaysia yang dilaporkan hilang akibat tanah longsor di daerah Padang Panjang ini kini bahkan sudah memasuki hari ke-15.
Dilansir dari Antara, berikut bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Malaysia:
"Operasi SAR untuk mencari warga negara Malaysia yang dilaporkan hilang akibat tanah longsor di Padang Panjang kini memasuki hari ke-15. Upaya pencarian tetap dilanjutkan, dan Konsulat Jenderal terus memberikan dukungan konsuler kepada keluarga, yang berada dalam kontak erat dengan pihak berwenang Indonesia."
Warga Lain Sudah Berhasil Dipulangkan
Sebelumnya, Malaysia juga sempat mengabarkan bahwa tiga wisatawan lanjut usia asal Malaysia sempat hilang, tetapi ketiganya sudah berhasil ditemukan di Aceh dan telah dipulangkan dengan selamat ke negaranya. Selain itu, satu warga lanjut usia lain yang sempat sulit dihubungi juga sudah kembali ke Malaysia setelah berhasil terhubung kembali dengan keluarganya.
Pihak Malaysia juga menekankan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan baru terkait warganya yang hilang atau terdampak bencana di Sumatera, kecuali satu orang yang masih dalam pencarian intensif di Padang Panjang.
Peringatan dan Imbauan untuk Warganya
Menyikapi kondisi wilayah Sumatera yang masih belum sepenuhnya pulih, pihak Malaysia mengingatkan seluruh warganya yang sedang berada atau berencana melintas di wilayah terdampak untuk selalu berhati-hati. Mereka juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca serta mematuhi arahan dan instruksi dari otoritas Indonesia.
Kementerian Luar Negeri Malaysia juga mengimbau warga negaranya untuk aktif melaporkan keberadaan mereka kepada perwakilan Malaysia terdekat dan selalu menjaga komunikasi dengan keluarga di Malaysia.
"Warga Malaysia yang memerlukan bantuan, atau keluarga yang tidak dapat menghubungi kerabat di daerah terdampak, dianjurkan untuk segera menghubungi Konsulat Jenderal," demikian pernyataan Kemenlu Malaysia.
Sebagai informasi, bencana banjir bandang dan tanah longsor besar ini melanda tiga provinsi utama: Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, yang terjadi sejak 27 November 2025. Meskipun sejumlah akses jalan yang sebelumnya terputus kini mulai terbuka kembali, yang memudahkan tim SAR menjangkau lebih banyak lokasi, namun tantangan masih besar. Beberapa daerah pedalaman, khususnya di Aceh Tamiang, sebagian wilayah Sumatra Barat, dan kawasan Tapanuli, masih menghadapi kendala besar terkait akses, pasokan penting, serta pemulihan layanan dasar.
Gen, melihat kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, apa langkah mitigasi bencana paling penting yang harus dilakukan Indonesia di wilayah rawan longsor seperti Padang Panjang?