Fakta-Fakta Siswi Berprestasi di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Sempat Kejang dan Tak Kenal Orang Tua
JAKARTA, GENVOICE.ID -Kasus keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keprihatinan publik setelah menimpa ratusan pelajar SMA di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Salah satu korban yang menjadi sorotan adalah Febiona Purba, seorang siswi berprestasi yang diduga mengalami gangguan ingatan atau hilang ingatan pascamenjalani perawatan medis.
Kasus ini langsung memancing perhatian serius dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Gizi Nasional (BGN), hingga jajaran anggota DPR RI guna memastikan penanganan medis yang maksimal bagi korban.
1. Diduga Mengalami Hilang Ingatan Pascarawat
Kondisi kesehatan Febiona memburuk setelah sempat dirawat selama tiga hari di rumah sakit:
-
Kejang dan Perubahan Perilaku: Menurut sang ayah, Elvinus Lusiana Sitanggang, Febiona mengalami kejang-kejang saat tiba di rumah hingga harus dilarikan ke RS Haji. Usai perawatan, pola komunikasinya berubah layaknya anak kecil.
-
Tidak Mengenali Keluarga: Febiona sempat tidak mampu mengenali anggota keluarga dekat serta teman-teman sekolahnya.
2. Sosok Siswi Berprestasi dan Wakil Ketua OSIS
Febiona dikenal sebagai murid yang sangat aktif dan berprestasi di sekolahnya:
-
Langganan Juara Kelas: Sejak kelas satu semester awal, Febiona konsisten meraih peringkat pertama.
-
Aktif Organisasi: Selain unggul di bidang akademis, ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua OSIS dan terus menyampaikan keinginannya untuk segera kembali bersekolah.
3. Hasil Pemeriksaan Laboratorium dan Saraf Otak
Penyelidikan medis dan sampel makanan menghasilkan sejumlah temuan penting:
-
Temuan 3 Bakteri pada MBG: UPT Labkesda Sumut mengonfirmasi adanya paparan tiga jenis bakteri dalam sampel makanan MBG, yaitu Staphylococcus aureus, Bacillus cereus, dan Escherichia coli.
-
Hasil Pemeriksaan Saraf (EEG): Dinas Kesehatan Kabupaten Karo menyatakan bahwa hasil pemeriksaan Electroencephalography (EEG) menunjukkan aktivitas listrik saraf otak Febiona masih berada dalam batas normal. Tim medis sepakat untuk terus mendalami penanganan medisnya.
4. Respons Resmi Kemenkes dan BGN
Pihak kementerian dan lembaga terkait turun tangan memantau perkembangan kesehatan korban:
-
Penanganan Dokter Spesialis: Kemenkes mengonfirmasi Febiona saat ini dirawat di RSUP Adam Malik Medan di bawah penanganan dokter spesialis gastro anak dan dokter psikiatri.
-
Pemantauan Kondisi: Pihak Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Medan dan Kepala BGN menegaskan akan terus mengawal proses pemulihan kesehatan Febiona.
5. Anggota DPR RI Minta BGN Tanggung Biaya Perawatan
Kasus ini menarik perhatian Parlemen di Senayan:
-
Penanganan Mental dan Fisik: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak rumah sakit memastikan pemulihan total baik fisik maupun mental korban.
-
Penanggung Jawab Biaya: DPR meminta BGN menanggung seluruh biaya pengobatan Febiona hingga sembuh total tanpa membebankan finansial kepada orang tua siswa.
Insiden yang dialami Febiona Purba menjadi sinyal kuat pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap standar higienitas dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah.
Pemerintah dan lembaga terkait diharapkan dapat bertanggung jawab penuh atas pemulihan kesehatan para korban, sekaligus memperketat pengawasan agar kasus serupa tidak kembali menimpa anak-anak penerima manfaat di sekolah.