Nggak Mau Kalah, SMA Kolese Gonzaga Ikut Menyuarakan Hak Demokrasi Pelajar

Genvoice.id | 10 Sep 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Hak untuk berdemokrasi adalah hak setiap warga, tanpa terkecuali bagi para pelajar. SMA Kolese Gonzaga, sekolah yang dikenal kuat dalam kultur akademik dan karakter ini mengambil langkah penting, menyatakan dukungan terbuka terhadap hak demokrasi pelajar di tengah kontroversi pelarangan aksi oleh Kemdikdasmen.

Lewat pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala SMA Kolese Gonzaga, Peter Eduard C. Ratu Dopo, dan Ketua Senat Christopher Kana Cahyadi, sekolah menegaskan bahwa pelajar SMA maupun SMK berhak bersuara dalam ranah demokrasi, mulai dari kampanye di media sosial, penyebaran petisi, hingga menyuarakan aspirasi secara terbuka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pertanyaan publik tentang peran pelajar dalam menyuarakan aspirasi masyarakat.

Dalam unggahan video di Instagram, Ketua Senat, Christoper Kana Cahyadi membacakan pernyataan sikap yang diambil sekolah maupun para siswa.

"Aksi demonstrasi yang menciptakan kondisi kurang kondusif di negara ini kiranya muncul dari ketidakpuasan masyarakat sipil terhadap kebijakan pemerintah, wakil rakyat, dan aparat penegak hukum yang kurang berpihak pada rakyat kecil," ucap Christoper, dikutip dari akun Instagram @senatgonzaga, Selasa (9/9).

"Oleh karena itu komunitas SMA Kolese Gonzaga menyerukan bahwa pertama, kami menolak pandangan umum bahwa pelajar SMA, SMK, dan setingkat dianggap tidak perlu untuk berpartisipasi dalam kegiatan demokratisasi melalui kampanye media sosial, penyebaran petisi, penyuaraan aspirasi dan sejenisnya. Sebab bentuk-bentuk tertera merupakan bentuk yang hidup dari kebebasan berpendapat, yang dilindungi oleh Pasal 28 ayat 3 UUD 1945," tambahnya.

Apa yang dilakukan Gonzaga ini muncul di saat pemerintah, melalui Kemendikdasmen, melarang pelajar mengikuti demonstrasi, sejalan dengan Surat Edaran Nomor 01 Tahun 2025. Langkah ini diklaim untuk menjaga keselamatan siswa dan kelancaran proses belajar.

Reaksi publik terhadap inisiatif ini cukup positif. Pernyataan tersebut ramai mendapat dukungan di media sosial, bahkan sempat viral lewat akun Instagram @senatgonzaga. Beberapa sumber visual seperti reel dan unggahan oleh sekolah dan berbagai kanal editorial juga memperkuat pesan bahwa "saat pelajar dilarang demo, Gonzaga pilih tetap bersuara."

SMA Kolese Gonzaga membuktikan bahwa ruang sekolah bukan tempat asing bagi demokrasi. Mereka membuka peluang bagi pelajar menjadi bagian aktif dan kritis dalam percaturan sosial-politik, tanpa harus meninggalkan kewajiban pendidikan dan keamanan.