Jamie Carragher Hujam Kritik Tajam, Sebut Jadon Sancho Tak Punya Ciri Pemain Hebat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Jadon Sancho kembali jadi bahan perbincangan setelah kepindahannya ke Aston Villa di bursa transfer terakhir. Winger asal Inggris itu datang dengan status pinjaman dari Manchester United, klub yang mendatangkannya dari Borussia Dortmund dengan mahar fantastis senilai £73 juta pada 2021. Namun alih-alih bersinar, karier Sancho justru makin redup hingga memicu komentar pedas dari legenda Liverpool, Jamie Carragher.
Dalam acara The Overlap, Carragher menanggapi klaim seorang YouTuber, Adam McKola, yang menyebut Sancho sebagai rekrutan terburuk dalam sejarah Manchester United. Alih-alih membantah, Carragher justru mengamini sekaligus meragukan kualitas dasar yang dimiliki sang pemain. "Saat di Dortmund, dia mendapat reputasi besar. Tapi sejak itu, saya tak pernah benar-benar melihat keistimewaannya. Semua pemain biasanya punya ciri khas-entah itu kecepatan, tendangan, atau dribbling. Sancho? Saya tidak tahu apa yang bisa digarisbawahi dari dirinya," ucap Carragher.
Komentar ini datang di tengah situasi pelik bagi Sancho. Musim lalu, ia bahkan hanya tampil tujuh menit di ajang Community Shield melawan Manchester City sebelum tersingkir dari skuad utama. Pinjaman ke Chelsea tak berujung permanen, dan kini Aston Villa menjadi persinggahan barunya. Klub asuhan Unai Emery itu bahkan menanggung 80 persen gaji Sancho.
Sancho sendiri mengaku termotivasi setelah berbicara langsung dengan Emery, pelatih yang diyakininya mampu menghidupkan kembali kariernya. Villa pun bukan tempat asing bagi pemain buangan United; sebelumnya Marcus Rashford sempat menemukan performa lebih stabil saat menjalani periode singkat di Birmingham. Paul Scholes, legenda United, menyebut Emery mungkin bisa membantu, meski ia sendiri masih ragu Sancho bisa kembali ke level terbaiknya.
Carragher menambahkan perbandingan dengan Marcus Rashford untuk menegaskan poinnya. "Saya sering mengkritik Rashford, tapi jika dia sedang dalam performa bagus, Anda bisa membayangkan kecepatan dan tembakannya. Sancho? Saya tak pernah melihat gambaran itu, bahkan sekali pun," katanya.
Dengan usia yang baru 25 tahun, sebenarnya masih ada waktu bagi Sancho membalikkan keadaan. Aston Villa, yang kini sedang naik daun di bawah Emery, bisa menjadi panggung kebangkitan. Namun dengan label harga tinggi dan reputasi yang makin dipertanyakan, Sancho dituntut segera memberi bukti nyata bahwa dirinya lebih dari sekadar kegagalan transfer paling mahal di Old Trafford.