Ginting Tersingkir di Hong Kong Open 2025, Kini Bidik Balik Nama di China Masters!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Anthony Sinisuka Ginting harus menelan pil pahit di awal kiprahnya di Hong Kong Open 2025. Tunggal putra andalan Indonesia ini terhenti di babak pertama usai kalah dramatis dari wakil Prancis, Christo Popov. Pertandingan berlangsung ketat hingga rubber game di Hong Kong Coliseum, Rabu (3/9).
Skor akhir menunjukkan betapa sengitnya laga itu. Ginting sempat unggul di gim pertama dengan 21-19. Namun, Popov berhasil membalikkan keadaan di dua gim berikutnya dengan 21-17 dan 21-19. Hasil ini membuat langkah Ginting harus terhenti lebih awal di turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.
Meski kecewa, Ginting tetap berusaha mengambil sisi positif dari kekalahan ini. Ia mengaku mendapat banyak pelajaran penting, terutama soal strategi permainan yang menurutnya masih perlu diperbaiki. "Selanjutnya dipersiapkan lagi buat ke China dan Korea, ini suatu pelajaran buat saya untuk terus evaluasi dan belajar buat ke depannya terutama PR-nya dari pola permainan dan strategi yang berubah-berubah," ungkapnya dikutip dari PBSI.
Menurut Ginting, Popov memang lawan yang sulit ditaklukkan. Pertemuan mereka kerap berjalan ketat dan kali ini Popov sudah menyiapkan pola main yang membuat Ginting kesulitan mengantisipasi serangan. "Christo Popov bukan musuh yang mudah, memang dari pertemuan sebelumnya juga rame dan ketat. Hari ini juga menang sudah disiapkan untuk bermain panjang dan susah. Pastinya ada gambaran kami sudah tau kelebihan dan kekurangan masing-masing," tambahnya.
Kekalahan ini jelas jadi tamparan untuk Ginting, apalagi ia berstatus pemain unggulan. Namun, ia tidak ingin larut dalam kekecewaan. Fokusnya kini tertuju pada turnamen besar berikutnya, yaitu China Masters 2025 yang akan berlangsung di Shenzhen pada 16-21 September. Setelah itu, ia juga dijadwalkan tampil di Korea Open 2025 di Suwon pada 23-28 September.
Menariknya, meski kalah, Ginting tetap mendapat dukungan penuh dari suporter Indonesia yang hadir di Hong Kong. Atmosfer dukungan itu membuatnya bersemangat, meski akhirnya belum bisa memberikan hasil maksimal. "Hong Kong tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun lalu, banyak juga yang datang buat mendukung saya, jadi itu yang bikin saya semangat juga terutama saat tertinggal," tuturnya.
Kini, para penggemar tentu menunggu bagaimana Ginting bisa bangkit di China Masters. Apakah ia mampu membalas kegagalannya di Hong Kong dan menunjukkan performa terbaiknya?