Comeback Manis Apri/Fadia! Baru Reuni, Langsung Menang dan Siap Tumbangkan Jepang di 16 Besar Hong Kong Open 2025!

Genvoice.id | 10 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pasangan ganda putri andalan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, kembali dipasangkan dan langsung menunjukkan sinyal positif di Hong Kong Open 2025. Dalam laga comeback mereka, Apri/Fadia sukses menyingkirkan kompatriot sendiri, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, lewat pertandingan tiga gim yang penuh dinamika: 21-12, 12-21, 21-16.

Kemenangan ini menjadi momentum pertama setelah keduanya kembali dipasangkan usai sempat berpisah. Sebelumnya, Fadia sempat berduet dengan Lanny Tria Mayasari, sementara Apriyani menjajal kekompakan bersama Febi Setianingrum.

Meskipun berhasil menang, Apriyani mengakui chemistry dengan Fadia masih perlu dipoles lagi, apalagi menghadapi lawan tangguh di babak 16 besar nanti.

"Yang akan dipersiapkan di babak 16 besar pastinya soal pola permainan. Kami ada waktu libur sehari, jadi bisa latihan lagi dan mempererat chemistry," ujar Apriyani, peraih emas Olimpiade Tokyo 2020.

Sementara itu, Fadia merasa kekompakan mereka sudah cukup oke karena tetap sering berlatih bareng di Pelatnas, meski lama tidak turun di turnamen bersama.

"Saya juga sering ngobrol dan sharing sama Kak Apriyani. Baru dipasangin lagi, kami mau coba balikin hawa main kami di lapangan," kata Fadia.

Di babak 16 besar Hong Kong Open 2025, Apri/Fadia akan menghadapi pasangan Jepang Arisa Igarashi/Chiharu Shida. Pertemuan ini akan menjadi duel perdana kedua pasangan di kancah internasional.

Shida/Igarashi sendiri tampil dominan di laga sebelumnya dengan menumbangkan wakil Taiwan, Au-Yeung Wing Chi/Ip Sum Yau, dua gim langsung: 21-8, 21-10. Mereka juga merupakan unggulan keenam turnamen, yang artinya tantangan Apri/Fadia akan jauh lebih berat.

Meski baru reunian, penampilan solid di laga pertama membuktikan bahwa Apri/Fadia belum kehilangan sentuhan emas mereka. Namun, ujian sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka menghadapi ganda Jepang yang lebih berpengalaman dan solid di turnamen level Super 500 ini.