MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026: Rayakan Ketangguhan Lewat Karya Seni
JAKARTA, GENVOICE.ID - MR.D.I.Y. Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perkembangan seni dan kreativitas lokal melalui penyelenggaraan MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026.
Mengusung tema "Strength & Resilience", kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga ruang refleksi atas berbagai dinamika kehidupan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Tahun ini, kompetisi berhasil menghimpun lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi di Indonesia, menunjukkan semakin luasnya jangkauan serta tingginya antusiasme seniman Tanah Air.
Melalui proses kurasi yang melibatkan para juri profesional, karya-karya terbaik dipilih berdasarkan kekuatan ide, kreativitas, komposisi, serta teknik artistik.
Eksplorasi Tema: Strength & Resilience dalam Seni Kontemporer
Tema Strength & Resilience diterjemahkan secara beragam oleh para seniman, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi budaya dan lingkungan.
Menariknya, banyak karya yang tidak hanya mengedepankan teknik, tetapi juga narasi kuat dan eksplorasi material yang mendalam. Hal ini menunjukkan perkembangan praktik seni di Indonesia yang semakin kaya perspektif.
Sorotan Karya Finalis dan Pemenang
Berikut adalah perincian karya-karya unggulan (finalis utama/pemenang) dari tiga kategori yang menjadi sorotan dalam kompetisi tahun ini:
Kategori Profesional
1. Ari Bayuaji - The Storms that Unified Us
Karya ini mengangkat isu lingkungan melalui pendekatan tekstil. Dengan memanfaatkan limbah tali plastik dari kawasan pesisir Bali, Bayuaji mengolahnya menjadi karya tenun yang melibatkan komunitas lokal.
Teknik tradisional Bali dipadukan dengan material daur ulang, menjadikan karya ini sebagai simbol kolaborasi, pemulihan, dan keberlanjutan.
Kategori Umum
2. Veronica Liana - Rupa Tan Matra
Karya instalasi berbasis kain ini mengeksplorasi transformasi identitas perempuan melalui pengalaman domestik. Mesin jahit sebagai simbol kerja perawatan dihadirkan sebagai objek artistik, mengangkat ruang domestik menjadi ruang kreatif.
3. Haidar Ammar - Holding the Self Together
Menggunakan limbah plastik sebagai medium, karya ini menyoroti relasi antara manusia, alam, dan krisis ekologi. Visual yang kompleks menggambarkan keterhubungan antar makhluk hidup sekaligus harapan akan regenerasi makna dari sesuatu yang terbuang.
4. Angela Sunaryo - XELOTEXAN
Instalasi bunyi interaktif ini mengubah barang rumah tangga menjadi instrumen musik. Pengunjung dapat menciptakan ritme melalui interaksi fisik, menjadikan karya ini pengalaman kolektif yang menekankan kolaborasi dan kebersamaan.
Kategori Pelajar & Mahasiswa
5. Muhammad Ragib Noer Khasyi - Yang Tersisa Sepulang Kerja (1)
Karya grafis eksperimental ini menggunakan debu semen dari seragam pekerja sebagai medium. Ia merekam relasi antara tubuh manusia dan lingkungan industri, sekaligus mengangkat isu polusi dan kondisi kerja.
6. M. Nashrul Rizqil Akbar - Tjap TANGGOEH
Melalui lukisan di atas karung goni, karya ini menggambarkan perjuangan pekerja dalam mempertahankan hidup. Karya ini menjadi penghormatan terhadap ketangguhan individu dalam menghadapi realitas sehari-hari.
7. Nadiva Nuriftitah - The Doorframe
Karya ini menggunakan metafora kusen pintu tua untuk merepresentasikan perjalanan hidup manusia. Detail kecil seperti bekas paku dan lapisan cat menjadi simbol memori dan perubahan dalam kehidupan.
Sebagai bentuk apresiasi, karya para pemenang dipamerkan dalam MR.D.I.Y. Indonesia Art Exhibition di Lotte Mall Jakarta pada 7-23 Agustus 2026. Lebih dari itu, para pemenang kategori Umum serta Pelajar & Mahasiswa akan mewakili Indonesia di tingkat regional bersama peserta dari Malaysia dan Thailand.
Dengan hadirnya kompetisi ini, komunitas pelaku seni di tanah air diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengekspresikan seninya.