Heboh! GPT-5 Dituding 'Lebih Bodoh' dari GPT-4o, Sam Altman Akui Ada Masalah Serius Saat Peluncuran

Genvoice.id | 10 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dalam sesi Ask Me Anything (AMA) yang digelar di Reddit pada hari Jumat, CEO OpenAI Sam Altman bersama tim pengembang GPT-5 menghadapi gelombang pertanyaan tajam dari para pengguna. Topiknya berkisar pada performa GPT-5 yang dinilai menurun, hingga desakan agar model sebelumnya, GPT-4o, dikembalikan untuk pengguna berbayar.

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan dalam GPT-5 adalah sistem real-time router, fitur yang memungkinkan model memutuskan sendiri apakah akan merespons cepat atau mengambil waktu lebih lama untuk "berpikir." Namun, Altman mengakui bahwa saat peluncuran pada hari Kamis, sistem ini mengalami gangguan serius.

"GPT-5 akan terasa lebih pintar mulai hari ini. Kemarin, kami mengalami sev (gangguan tingkat tinggi), dan sistem autoswitcher sempat tidak berfungsi. Hasilnya, GPT-5 terlihat jauh lebih bodoh," ungkap Altman.

Ia juga menambahkan bahwa timnya sedang melakukan perbaikan pada batasan keputusan sistem agar pengguna mendapatkan model yang sesuai secara lebih konsisten.

Selain menjanjikan peningkatan performa, Altman juga menanggapi keluhan tentang penghapusan GPT-4o untuk pelanggan Plus.

"Kami sedang mempertimbangkan untuk memungkinkan pengguna Plus tetap bisa mengakses GPT-4o. Kami sedang mengumpulkan lebih banyak data terkait pro dan kontranya," katanya.

Tak hanya itu, Altman juga menjanjikan peningkatan batas penggunaan untuk pengguna Plus. "Kami akan menggandakan rate limits bagi pelanggan Plus seiring dengan penyelesaian proses peluncuran," ujarnya, memberikan harapan agar pengguna bisa lebih leluasa mencoba dan menyesuaikan model baru ini.

Namun, yang tak kalah menjadi sorotan adalah kesalahan fatal dalam presentasi peluncuran GPT-5. Sebuah grafik yang menampilkan data benchmark justru memperlihatkan bilah yang jauh lebih tinggi untuk skor yang lebih rendah-sebuah "dosa besar" dalam dunia visualisasi data yang segera jadi bahan lelucon di media sosial. Altman memang tidak menjawab langsung soal ini di AMA, namun sebelumnya ia telah menyebutnya sebagai "mega chart screwup" di akun X miliknya. Meski blog resmi OpenAI menampilkan grafik yang benar, kerusakan citra sudah terjadi.

Sejumlah pengulas awal, termasuk Simon Willison, mengaku terkesan dengan performa GPT-5 secara umum. Namun, ia juga menyoroti bahwa GPT-5 masih kesulitan dalam mengubah data menjadi tabel, menyebutnya sebagai contoh nyata kegagalan model.

Menutup sesi AMA, Altman menyampaikan komitmen untuk terus melakukan perbaikan dan mendengarkan masukan dari komunitas. "Kami akan terus bekerja agar semuanya stabil dan terus mendengarkan umpan balik dari kalian," tutupnya.

GPT-5 mungkin menjanjikan banyak hal baru, tetapi tantangan di awal peluncuran ini menunjukkan bahwa bahkan teknologi tercanggih pun tak lepas dari ujian di dunia nyata.