Viral di Dunia! Pacu Jalur Berpotensi Jadi Cabang Resmi di Festival Olahraga Nasional FORNAS
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tradisi kebanggaan masyarakat Riau, Pacu Jalur, tengah mencuri perhatian publik, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di panggung internasional.
Dilansir dari Antara, fenomena viralnya atraksi budaya ini, terutama penampilan penari cilik di haluan perahu, membuat Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) mulai melirik Pacu Jalur untuk diangkat sebagai cabang olahraga tradisional resmi dalam ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (Fornas) yang akan datang.
Wakil Ketua Umum KORMI, Ibnu Riza Pradipto, menyebut bahwa viralnya Pacu Jalur di media sosial adalah bukti kuat bahwa olahraga tradisional Indonesia punya daya tarik besar di era digital, terutama dalam menjangkau generasi muda. Hal ini sekaligus menunjukkan potensi Pacu Jalur sebagai sarana diplomasi budaya Indonesia di mata dunia.
"Menjelang Fornas tiba-tiba ada Pacu Jalur viral. Ini termasuk olahraga tradisional berbasis kreasi budaya. Bukan tidak mungkin, di Fornas berikutnya Pacu Jalur bisa dipertandingkan," ujar Ibnu.
Saat ini, KORMI menaungi 105 cabang olahraga masyarakat, dan jumlah tersebut terus bertambah seiring munculnya berbagai bentuk olahraga berbasis kearifan lokal dari berbagai daerah. Meski untuk Fornas 2025 Pacu Jalur belum masuk dalam agenda pertandingan resmi, wacana untuk menjadikannya bagian dari sistem olahraga masyarakat nasional sudah mulai dibicarakan secara serius.
Sekretaris Jenderal KORMI, Kemalsyah Nasution, menegaskan bahwa proses untuk memasukkan olahraga baru seperti Pacu Jalur ke dalam struktur resmi KORMI harus melalui verifikasi menyeluruh. Di antaranya adalah standar pertandingan, keamanan, nilai budaya yang disampaikan, hingga sebaran provinsi yang mendukungnya.
"Minimal ada 10 provinsi yang mengembangkan sebelum bisa dipertandingkan secara nasional," jelasnya.
Kemalsyah juga menggarisbawahi bahwa esensi dari olahraga masyarakat bukan semata soal kompetisi, melainkan keterlibatan aktif masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang.
"Olahraga masyarakat itu datang dari masyarakat. Sayangnya, pemahaman ini belum tentu dimiliki para pembuat kebijakan. Padahal kalau fondasi ini kuat, olahraga prestasi akan berkembang lebih sehat," katanya.
Pacu Jalur, yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kini menjadi buah bibir warganet karena daya tarik estetik dan budaya yang sangat kuat. Bahkan, klub olahraga internasional dan influencer global turut memberi atensi terhadap tradisi unik ini. Ini jadi momentum besar untuk memperkenalkan olahraga asli Nusantara ke panggung dunia.
"Kita punya 280 juta penduduk. Potensi olahraga masyarakat kita luar biasa. Kita tidak perlu bergantung pada negara lain, asal semua pihak bisa satu frekuensi dalam memahami peran strategis olahraga masyarakat," tutup Kemalsyah.