Cerita Satgas TNI di Afrika: Sering Diganggu Milisi hingga Bangun Lapangan Bola Internasional

Genvoice.id | 10 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Letnan Kolonel (Czi) Dili Eko Setyawan, Komandan Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XX-U Monusco Kongo 2024, berbagi kisahnya selama satu tahun menjalankan misi perdamaian di Afrika. Dari menghadapi gangguan milisi hingga membangun infrastruktur untuk warga sipil, pengalaman tersebut menjadi bukti kontribusi besar TNI dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik.

Bersama 173 prajurit lainnya, Eko diberangkatkan ke Kongo pada 24 April 2024 sebagai bagian dari misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tugas utama mereka adalah melindungi warga sipil dari konflik bersenjata yang melibatkan kelompok milisi.

Namun, misi itu tidak selalu berjalan mulus. Eko mengungkapkan bahwa personelnya kerap menghadapi gangguan dari kelompok bersenjata, terutama di luar area kamp.

"Milisi sering kali beraksi di sekitar luar kamp. Kami harus selalu siap siaga menghadapi segala kemungkinan," ujar Eko kepada media di Jakarta, dikutip dari ANTARA News, Kamis (10/7).

Meski begitu, mereka tidak terlibat kontak langsung dengan kelompok tersebut. Situasi seperti itu ditangani oleh satuan khusus Quick Reaction Force (QRF) yang memang ditugaskan untuk menghadapi ancaman mendadak.

Tak hanya menjaga keamanan, Satgas Kizi juga diberi mandat untuk membangun infrastruktur sipil. Mulai dari perbaikan bandara, jalan, hingga pos keamanan, semua dikerjakan sesuai arahan dari markas besar misi Monusco PBB. Salah satu proyek yang paling membekas adalah saat mereka memperbaiki lapangan sepak bola untuk warga setempat.

"Kami benahi lapangan itu dengan standar internasional agar masyarakat, terutama anak muda di Kongo, bisa menikmatinya. Ini juga jadi cara kami mendekatkan diri ke warga, agar mereka tidak mudah terpengaruh ajakan kelompok milisi," terang Eko.

Upaya itu pun membuahkan hasil. Masyarakat semakin menerima keberadaan Satgas Garuda. Hubungan antara pasukan dan warga pun menjadi lebih harmonis, sehingga suasana aman dan kondusif bisa terjaga.

Apresiasi pun datang dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang disampaikan oleh Inspektur Jenderal TNI Letjen Muhammad Saleh Mustafa saat menyambut kepulangan pasukan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

"Terima kasih atas tugas, dedikasi, dan profesionalisme yang telah ditunjukkan. Kalian telah membawa nama baik TNI di panggung internasional," kata Saleh saat membacakan amanat Panglima TNI.

Ia juga menegaskan bahwa kontribusi Satgas Garuda di Kongo tak hanya terbatas pada sektor keamanan, tapi juga sangat signifikan di bidang pembangunan infrastruktur sipil. Mulai dari fasilitas bandara, jalur transportasi utama, jembatan darurat, hingga pos penjagaan-semuanya dibangun untuk membantu kebutuhan warga.

Keberhasilan ini diharapkan bisa terus memperkuat posisi dan citra positif TNI dalam kancah perdamaian global.