Martin Scorsese Gandeng Teknologi AI untuk Film Baru, Sebut Bisa Membuka Era Baru Perfilman

Genvoice.id | 10 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sutradara kawakan Hollywood Martin Scorsese kembali menjadi sorotan. Kali ini bukan karena proyek film terbarunya, melainkan keputusan untuk bekerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan (AI) Black Forest Labs dalam proses pengembangan film.

Kolaborasi tersebut diumumkan melalui video resmi yang dirilis Black Forest Labs. Dalam tayangan itu, Scorsese memperlihatkan bagaimana teknologi AI digunakan untuk membantu pembuatan storyboard dan visualisasi adegan pada tahap awal produksi film.

Perusahaan teknologi tersebut dikenal sebagai pengembang model AI generatif FLUX, sebuah sistem yang mampu menghasilkan gambar berdasarkan instruksi atau deskripsi teks yang diberikan pengguna.

Meski penggunaan AI di industri kreatif masih memicu perdebatan, Scorsese menilai teknologi tersebut dapat menjadi alat pendukung yang membantu para pembuat film mewujudkan ide-ide kreatif dengan lebih efisien.

Dalam wawancara dengan The New York Times, sutradara peraih Oscar itu mengaku tertarik pada pertemuan antara teknologi dan seni bercerita. Menurutnya, perkembangan teknologi berpotensi memperluas cara sineas menciptakan pengalaman sinematik yang lebih kaya bagi penonton.

Scorsese menjelaskan bahwa AI tidak digunakan untuk menggantikan seniman atau pekerja kreatif. Sebaliknya, teknologi tersebut dimanfaatkan pada tahap pra-produksi guna mempercepat proses pembuatan konsep visual dan storyboard sebelum pengambilan gambar dimulai.

Dengan bantuan AI, ia dapat menyampaikan gambaran adegan secara lebih detail kepada berbagai departemen produksi, mulai dari penata artistik, desainer produksi, hingga sinematografer. Proses tersebut dinilai dapat membantu seluruh tim memahami visi film dengan lebih cepat dan akurat.

Selain meningkatkan efisiensi komunikasi, Scorsese juga menilai penggunaan AI mampu menghemat waktu dan biaya dalam tahap persiapan produksi. Menurutnya, proses pra-produksi merupakan salah satu fase penting yang sering memakan banyak sumber daya.

Ia menegaskan bahwa percepatan proses tersebut tidak berarti mengurangi kualitas artistik sebuah film. Justru, teknologi dapat membantu tim kreatif fokus pada aspek-aspek yang lebih penting dalam proses penceritaan dan pengembangan visual.

Sementara itu, CEO Black Forest Labs Robin Rombach menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menyebut keterlibatan Scorsese sebagai bukti bahwa teknologi AI dapat digunakan sebagai alat pendukung bagi para kreator, termasuk pembuat film berpengalaman.

Hingga saat ini belum diumumkan proyek film mana yang akan menjadi karya pertama Scorsese yang memanfaatkan teknologi tersebut. Namun, sutradara berusia 83 tahun itu diketahui tengah mengembangkan sejumlah proyek besar, termasuk film gangster yang melibatkan Dwayne Johnson, proyek "What Happens at Night", serta adaptasi "The Life of Jesus".

Keputusan Scorsese menggunakan AI diperkirakan akan kembali memicu diskusi di industri perfilman global. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kecerdasan buatan menjadi salah satu isu yang paling banyak dibahas di Hollywood, terutama terkait batas antara inovasi teknologi dan perlindungan terhadap kreativitas manusia.

Di tengah perdebatan tersebut, langkah Scorsese menunjukkan bahwa sebagian sineas mulai melihat AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai alat baru yang dapat membantu proses kreatif dalam pembuatan film modern.