Barang Yang Disita Di Bandara Dan Aturannya, Simak Daftar Benda Terlarang Di Kabin Pesawat Serta Prosedur Keamanan Maskapai!

Genvoice.id | 10 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah nggak sih kamu merasa sudah packing dengan sangat rapi dan estetik, tapi pas sampai di pintu pengecekan keamanan bandara alias security check point, tiba-tiba petugas meminta kamu buat membongkar tas karena ada sesuatu yang mencurigakan?

Momen seperti ini bener-bener bisa bikin mood liburan atau perjalanan bisnis kamu jadi hancur seketika, apalagi kalau barang yang disita itu adalah barang kesayangan atau oleh-oleh yang harganya lumayan mahal.

Banyak banget pelaku perjalanan, terutama yang jarang naik pesawat, masih sering merasa bingung soal aturan apa saja sih yang sebenarnya diperbolehkan masuk ke dalam kabin dan mana yang wajib masuk bagasi atau bahkan dilarang total buat dibawa terbang.

Aturan penerbangan internasional maupun domestik bener-bener punya standar keamanan yang sangat ketat dan nggak bisa dinego sama sekali demi keselamatan seluruh penumpang di atas awan. Kalau kamu nggak mau rugi karena barang-barang kamu berakhir di kotak sampah penyitaan petugas Aviation Security (Avsec), maka memahami regulasi dasar soal barang bawaan ini adalah hal yang bener-bener wajib kamu lakukan sebelum berangkat ke bandara.

Jangan sampai kamu malah berdebat sama petugas di depan banyak orang cuma karena masalah sepele yang sebenarnya sudah ada aturannya secara tertulis di setiap tiket maupun dashboard maskapai nih Gen.

Secara umum, benda-benda yang dianggap punya potensi membahayakan keamanan penerbangan bakal langsung masuk daftar hitam buat dibawa ke dalam kabin. Benda tajam adalah kategori yang paling sering bikin orang terjaring razia. Jangan harap kamu bisa bawa gunting kecil, cutter, pisau lipat, atau bahkan pemotong kuku yang punya bagian tajam ke dalam tas jinjing kamu.

Meskipun alasannya cuma buat jaga-jaga atau buat keperluan darurat, petugas tetap bakal menyitanya tanpa ampun. Selain itu, aturan soal cairan, aerosol, dan gel (LAGs) juga sering banget jadi jebakan Batman buat para penumpang.

Kamu cuma diperbolehkan membawa cairan dalam wadah maksimal 100 ml saja per item, dan totalnya nggak boleh lebih dari satu liter yang biasanya harus dimasukkan ke dalam plastik transparan. Jadi, kalau kamu bawa parfum mahal atau skincare dalam botol ukuran 150 ml tapi isinya tinggal sedikit, tetap saja botolnya bakal disita karena yang dilihat petugas adalah kapasitas wadahnya, bukan sisa isinya.

Kategori lain yang bener-bener dilarang keras adalah bahan-bahan yang mudah terbakar atau meledak. Ini termasuk korek api gas tertentu, kembang api, hingga bahan kimia pembersih yang sifatnya korosif. Benda-benda ini bener-bener punya risiko tinggi kalau terjadi perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat. Selain itu, alat-alat yang bisa digunakan sebagai senjata tumpul seperti tongkat pemukul atau peralatan pertukangan juga nggak bakal lolos sensor x-ray petugas.

Prosedur penyitaan sendiri biasanya dilakukan secara transparan di depan pemilik barang. Petugas Avsec bakal memberikan penjelasan kenapa barang tersebut dilarang dan memberikan kamu pilihan. Kalau kamu masih punya waktu sebelum boarding, kamu bisa memindahkan barang tersebut ke bagasi tercatat atau memberikannya kepada kerabat yang mengantar.

Tapi kalau waktu sudah mepet, biasanya barang tersebut bakal disita secara permanen untuk dimusnahkan sesuai prosedur keamanan bandara. Biar perjalanan kamu makin lancar jaya, selalu pastikan buat cek ulang isi tas sebelum berangkat dan jangan pernah nekat menyembunyikan barang terlarang karena sensor bandara sekarang sudah sangat canggih dan bisa mendeteksi segala jenis material dengan akurat. Dengan persiapan yang matang, kamu bisa terbang dengan tenang tanpa perlu takut kena drama penyitaan di bandara.