Sinopsis "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" Kisah Luka Keluarga dan Pencarian Jati Diri Tanpa Sosok Ayah

Genvoice.id | 10 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Indonesia terbaru berjudul Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? resmi tayang di bioskop mulai 9 April 2026. Diadaptasi dari novel populer karya Khoirul Trian, film ini mengangkat isu emosional tentang absennya figur ayah dalam kehidupan keluarga.

Cerita berfokus pada Dira, yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh, seorang anak sulung yang tumbuh dalam kondisi keluarga yang tidak utuh secara emosional. Meski sang ayah hadir secara fisik, perannya sebagai sosok pelindung dan penopang keluarga nyaris tidak terasa.

Ayah Dira, Yudi yang diperankan Dwi Sasono, digambarkan tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya, sehingga beban keluarga justru dipikul oleh sang ibu, Lia, yang diperankan Unique Priscilla. Di tengah kondisi tersebut, Dira juga harus menjaga dan membimbing adiknya, Darin yang diperankan Rey Bong.

Konflik semakin memuncak ketika sebuah insiden ledakan kompor melukai Lia. Peristiwa ini menjadi titik balik yang memaksa Dira menghadapi kenyataan pahit sekaligus mengambil peran lebih besar sebagai tulang punggung keluarga.

Dalam situasi penuh tekanan, Dira harus belajar bertahan dan menemukan arah hidupnya sendiri, meski tanpa kehadiran emosional dari sosok ayah yang ia rindukan.

Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus yang juga menulis naskah bersama Oka Aurora. Sementara itu, kursi produser diisi oleh Soemijato Muin dan Ody Mulya Hidayat.

Proyek ini menjadi debut bagi rumah produksi Five Elements Pictures yang berkolaborasi dengan Kults Creative serta didukung oleh IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures.

Selain jajaran pemeran utama, film ini juga menghadirkan aktor lain seperti Baskara Mahendra dan Kiara McKenna, memperkuat dinamika cerita yang sarat emosi.

Mengangkat tema fatherless yang dekat dengan realitas sosial, "Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?" menawarkan potret menyentuh tentang keluarga, tanggung jawab, dan perjuangan menemukan jati diri di tengah luka yang tidak terlihat.