Viral di TikTok Para CEO Restoran Siap Saji Saling Sindir Lewat Video Makan Burger, McDonald’s Jadi Sasaran?

Genvoice.id | 10 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan antara restoran cepat saji besar di Amerika Utara mendadak ramai diperbincangkan setelah sejumlah eksekutif perusahaan makanan cepat saji saling menyindir lewat video yang viral di media sosial. Fenomena ini bahkan dijuluki sebagai "burger war" oleh warganet.

Perdebatan tersebut bermula dari video yang diunggah CEO Chris Kempczinski dari McDonald's. Dalam video itu, ia memperkenalkan menu baru bernama "Big Arch" sambil memuji rasanya.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada cara Kempczinski mencicipi burger tersebut. Ia hanya mengambil gigitan yang sangat kecil sehingga memicu berbagai komentar dan parodi di media sosial.

Video tersebut kemudian memancing respons dari sejumlah pesaing McDonald's di industri restoran cepat saji.

Presiden wilayah Amerika Utara Burger King, Tom Curtis, ikut membuat video balasan. Dalam rekaman itu, ia terlihat berada di dapur mengenakan celemek sebelum menggigit besar sandwich andalan mereka, "Whopper".

Setelah itu, ia berseloroh bahwa satu-satunya hal yang kurang hanyalah tisu karena gigitan yang besar tersebut.

Tidak lama kemudian, Presiden Amerika Serikat dari Wendy's, Pete Suerken, juga membuat video serupa. Ia menunjukkan proses membuat burger "Baconator" langsung dari panggangan sambil menegaskan bahwa daging yang digunakan adalah "fresh, never frozen".

Sindiran juga datang dari jaringan restoran A&W Restaurants. Aktor yang dikenal sebagai "A&W Guy", Allen Lulu, membuat video parodi yang menirukan gaya Kempczinski saat mempromosikan burger "Teen Burger".

Dalam video tersebut, ia bahkan bercanda dengan menyebut burger itu sebagai "produk burger yang kebanyakan orang sebut burger", sebelum mengajak CEO McDonald's makan siang bersama.

Persaingan yang memanas di media sosial ini juga memicu diskusi di kalangan warga Toronto mengenai burger cepat saji mana yang paling layak menjadi favorit.

Beberapa warga mengatakan mereka lebih menyukai Burger King, meskipun alasannya sederhana karena restoran tersebut paling dekat dengan tempat tinggal mereka. Ada pula yang memilih Wendy's karena rasa burgernya dianggap lezat.

Sementara itu, sebagian responden menilai A&W memiliki cita rasa yang berbeda dari jaringan restoran lainnya. Beberapa pelanggan bahkan menyebut "Teen Burger" dan "Mama Burger" sebagai menu favorit mereka.

Menariknya, dari sejumlah warga yang dimintai pendapat, tidak ada yang memilih McDonald's sebagai burger favorit mereka. Beberapa bahkan menilai video CEO McDonald's tersebut terasa kurang meyakinkan saat mempromosikan produknya.

Fenomena saling sindir antar merek ini menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi arena baru bagi perusahaan besar untuk mempromosikan produk sekaligus membangun citra merek dengan cara yang lebih santai dan viral.