Tujuh Klub yang Berpeluang Jadi Pelabuhan Baru Raheem Sterling usai Berpisah dari Chelsea

Genvoice.id | 10 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Raheem Sterling resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Chelsea melalui kesepakatan bersama. Perpisahan ini menutup periode sulit sang winger di Stamford Bridge sekaligus membuka babak baru dalam kariernya.

Di usia 31 tahun, Sterling sebenarnya masih menyimpan reputasi sebagai salah satu penyerang paling produktif yang pernah dimiliki Liga Inggris. Namun, performanya merosot dalam beberapa musim terakhir. Musim ini bahkan menjadi titik terendah, ketika ia tak mencatatkan satu pun penampilan kompetitif bersama Chelsea.

Situasi tersebut membuat perpisahan dinilai sebagai solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Bursa transfer Januari pun menjadi momentum ideal bagi Sterling untuk mencari klub baru yang bisa menghidupkan kembali kariernya.

Berdasarkan peluang dari bandar taruhan dan laporan media Inggris, ada tujuh klub yang disebut paling berpeluang menjadi tujuan berikutnya bagi mantan pemain Manchester City itu.

Fulham muncul sebagai kandidat terkuat. Klub asal London tersebut dinilai memiliki peluang paling realistis untuk merekrut Sterling. Faktor geografis menjadi nilai plus, karena sang pemain dikabarkan ingin tetap berkarier di London demi kenyamanan pribadi. Kepindahan ke Craven Cottage juga membuatnya tidak sepenuhnya meninggalkan lingkungan yang sudah ia kenal.

Selain itu, Marco Silva memiliki reputasi cukup baik dalam menghidupkan kembali performa pemain berpengalaman. Kesuksesan Fulham bersama nama-nama seperti Willian dan Raul Jimenez menjadi contoh konkret bahwa klub ini bisa menjadi tempat "restart" yang ideal bagi Sterling.

West Ham juga masuk dalam daftar teratas. Profil Sterling dianggap cocok dengan karakter transfer The Hammers, yang kerap menggabungkan pemain berpengalaman dengan energi baru. Kehadirannya berpotensi menambah kedalaman dan pengalaman di lini depan.

Namun, kondisi internal West Ham yang belum sepenuhnya stabil bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Selain itu, kabar semakin dekatnya Adama Traore membuat prioritas transfer klub bisa berubah sewaktu-waktu.

Crystal Palace menjadi opsi menarik lainnya. Tim asuhan Oliver Glasner tengah mencari dorongan performa setelah periode hasil yang kurang konsisten. Sterling dipandang bisa memberi suntikan kualitas sekaligus pengalaman di lini serang.

Palace memang masih kekurangan pemain ofensif berpengalaman, dan nama Sterling bukan kali pertama dikaitkan dengan klub tersebut. Jika ada celah negosiasi yang tepat, peluang transfer ini tetap terbuka hingga akhir bursa.

Dari luar Inggris, Napoli hadir sebagai alternatif yang tak kalah menarik. Klub Italia itu dikenal memiliki rekam jejak positif dalam menghidupkan kembali karier pemain Premier League. Lingkungan baru dan tekanan yang berbeda bisa menjadi faktor penentu bagi Sterling.

Nama Kevin De Bruyne kerap dikaitkan dalam konteks ini. Gelandang Manchester City tersebut pernah menyebut Sterling sebagai rekan bermain terbaiknya, dengan kombinasi keduanya menghasilkan puluhan gol. Hubungan permainan itu menunjukkan bagaimana Sterling bisa sangat efektif jika ditempatkan dalam sistem yang tepat.

Arsenal juga masih masuk radar, meski peluangnya relatif kecil. Sterling sempat membela The Gunners dengan status pinjaman musim lalu dan mencatat enam kontribusi gol dari 28 penampilan. Namun, Arsenal saat ini lebih condong mencari pemain muda untuk proyek jangka panjang.

Meski demikian, jika situasi darurat muncul-terutama terkait produktivitas gol-nama Sterling bisa kembali dipertimbangkan sebagai solusi instan.

Nottingham Forest dikenal berani mengambil langkah transfer di luar dugaan. Mendatangkan Sterling bukanlah skenario yang sepenuhnya mustahil, terutama jika klub ingin menambah pengalaman dan daya tarik tim.

Produktivitas gol Forest masih menjadi masalah besar musim ini. Sterling bisa memberi dampak tidak hanya di lapangan, tetapi juga dari sisi komersial dan mentalitas skuad.

Nama terakhir adalah Tottenham Hotspur. Sterling belum pernah membela Spurs sepanjang kariernya, membuat spekulasi ini terasa unik. Dengan badai cedera di lini depan, Tottenham bisa saja melakukan langkah mendadak di penghujung bursa.

Meski peluangnya tidak sebesar klub-klub lain, Spurs tetap dipandang sebagai opsi yang masuk akal, terutama jika kebutuhan jangka pendek menjadi prioritas.

Masa depan Raheem Sterling memang belum sepenuhnya jelas. Namun satu hal pasti, kepergiannya dari Chelsea memberi kesempatan terakhir bagi sang winger untuk membuktikan bahwa ia belum habis di level tertinggi sepak bola Eropa.