Spanyol Tiru Australia? Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Tak Bisa Akses Medsos

Genvoice.id | 10 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Spanyol tengah mengajukan aturan yang melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun mengakses media sosial, sebuah langkah yang dipresentasikan oleh Perdana Menteri Pedro Sánchez dalam World Government Summit di Dubai.

Tujuan resmi dari kebijakan ini adalah menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda, dengan fokus pada perlindungan dari konten berbahaya dan dampak psikologis negatif platform digital. Menurut rencana, platform media sosial wajib menerapkan sistem verifikasi usia yang efektif sebelum memberikan akses kepada pengguna.

Jika aturan ini disetujui oleh parlemen Spanyol, perusahaan yang gagal mematuhi sistem verifikasi bisa dikenakan sanksi hukum. Pemerintah Spanyol menilai langkah ini penting sebagai tanggapan terhadap isu kecanduan algoritma, paparan konten merugikan, dan dampak sosial media terhadap perkembangan anak.

Meski fokus resminya perlindungan anak, banyak kritik muncul dari para pendukung hak digital. Mereka mempertanyakan apakah teknologi verifikasi usia yang aman dan menghormati privasi benar-benar ada, dan khawatir langkah ini bisa memperluas kontrol negara terhadap aktivitas daring generasi muda.

Kritik juga mencakup kekhawatiran tentang pengumpulan data identitas secara berlebihan dan potensi campur tangan pemerintah dalam kebebasan informasi. Perdebatan ini mencerminkan dilema yang lebih luas, antara perlindungan anak di era digital dan kekhawatiran terhadap pembatasan kebebasan serta privasi.

Beberapa ahli menilai isu ini bukan sekadar soal apakah anak harus dibatasi dari media sosial, tetapi juga soal bagaimana pemerintah dan platform harus menyeimbangkan antara keselamatan digital dan hak fundamental pengguna atas informasi dan ekspresi.

Langkah Spanyol ini ditempatkan dalam konteks global. Beberapa negara lain juga mempertimbangkan atau telah menerapkan aturan serupa. Australia, misalnya, menjadi negara pertama yang melarang akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, dan negara-negara lain seperti Prancis dan Denmark juga meninjau kebijakan terkait.

Larangan yang diajukan di Spanyol merupakan bagian dari paket regulasi digital yang lebih luas, yang mencakup peningkatan tanggung jawab perusahaan teknologi terhadap konten ilegal dan algoritma yang amplifikasi konten berbahaya.

Pemerintah menekankan bahwa aturan seperti ini dibutuhkan guna memperkuat ruang digital yang aman dan bertanggung jawab untuk anak-anak. Meski begitu, keberhasilan dan dampak penerapan aturan tersebut masih bergantung pada proses legislatif dan teknis implementasi.

Jika disetujui, Spanyol bisa menjadi salah satu negara terdepan di Eropa yang mengambil pendekatan tegas terhadap pembatasan usia di dunia digital, sekaligus memicu diskusi global mengenai batasan kontrol negara dan hak digital anak.