Sorotan Isu Pelecehan yang Menyeret Nama Mohan Hazian: Viral di X, Klarifikasi, hingga Dampaknya pada Brand
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus yang menyeret nama Mohan Hazian, pendiri brand fashion lokal Thanksinsomnia, sedang ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan di platform X menjadi viral.
Seorang perempuan dengan akun X @aarummanis mengklaim mengalami dugaan tindakan tidak pantas saat menjalani sesi pemotretan untuk brand tersebut. Cerita yang disusunnya dalam bentuk utas kemudian menyedot perhatian publik dan membuat nama Mohan jadi trending topik di media sosial.
Isu ini bermula dari utas panjang yang dibagikan di X. Dalam postingan itu, akun tersebut menyatakan telah bekerja sebagai model untuk sebuah brand lokal yang pemiliknya disebut berinisial "M" dan menggambarkan pengalaman tidak menyenangkan yang berlangsung setelah sesi foto selesai.
Sejak viral, warganet ramai membahas kejadian tersebut dan juga membagikan cerita lain yang mengaku punya pengalaman serupa. Menanggapi rumor yang menyebar luas, Mohan Hazian akhirnya memberikan klarifikasi melalui video di Instagram Story pada 9 Februari 2026 yang kini sudah dihapus.
Dalam video itu, ia membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyampaikan bahwa narasi yang beredar menimbulkan dampak negatif bagi dirinya, brand Thanksinsomnia, serta keluarga dan orang di sekitarnya.
Mohan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan berniat meluruskan fakta melalui penjelasan resmi, termasuk dalam konferensi pers yang tadinya sudah dijadwalkan. Namun, langkah klarifikasi yang dilakukan tidak langsung meredam reaksi publik.
Manajemen Thanksinsomnia justru mengambil langkah tegas dengan mencoret keterlibatan Mohan dari brand itu. Nama dan keterkaitan profesionalnya dinonaktifkan dari operasional brand, sebuah keputusan yang mencerminkan dampak besar isu ini terhadap reputasi dan citra usaha yang ia bangun.
Kasus ini memicu perdebatan luas di kalangan pengguna media sosial dan warganet. Banyak yang menilai perlunya klarifikasi yang lebih transparan dan terbuka dari pihak terkait, sementara sebagian lainnya menyoroti bagaimana unggahan di platform digital mampu mengubah persepsi publik secara cepat.
Hingga kini, isu tersebut masih bergulir dan terus mendapat tanggapan dari beragam pihak. Fenomena ini juga menjadi contoh nyata bagaimana media sosial dapat membawa isu sensitif ke ruang publik dalam waktu singkat, serta bagaimana narasi di ranah digital bisa berpengaruh besar terhadap reputasi individu maupun bisnis.
Terlepas dari hasil penelusuran lebih lanjut atau mekanisme hukum, dampak sosial dari viralnya isu ini sudah terasa di berbagai lini masyarakat.