Siapa Mohan Hazian dan Mengapa Namanya Trending di X? Ini Profil dan Duduk Perkaranya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama Mohan Hazian mendadak menjadi sorotan publik setelah menempati posisi teratas daftar Trending X Indonesia pada awal Februari 2026.
Sosok yang selama ini dikenal sebagai pengusaha kreatif dan pionir streetwear lewat brand Thanksinsomnia itu diperbincangkan bukan karena pencapaian bisnis, melainkan akibat isu serius yang mencuat di media sosial.
Sebagai figur berpengaruh di industri kreatif Tanah Air, Mohan Hazian selama bertahun-tahun lekat dengan narasi kesuksesan dari nol. Namun, viralnya sebuah utas di X mengubah arah perbincangan publik dan memunculkan pertanyaan besar: siapa sebenarnya Mohan Hazian, dan apa yang membuat namanya kini berada di pusat kontroversi?
Sosok Mohan Hazian
Mohan Hazian merupakan pengusaha mode, penulis, sekaligus kreator konten asal Indonesia. Ia lahir di Lampung pada 4 Februari 1990. Namanya dikenal luas sebagai pendiri dan pemilik brand streetwear Thanksinsomnia.
Perjalanan hidup Mohan kerap disebut sebagai kisah bangkit dari keterbatasan. Ia merantau ke Jakarta di usia muda tanpa latar belakang pendidikan tinggi. Sebelum meniti karier sebagai pengusaha, Mohan pernah bekerja di berbagai sektor informal, mulai dari karyawan restoran, penjaga toko pakaian, hingga sales rokok di jalanan.
Pengalaman hidup tersebut membentuk citra Mohan sebagai figur yang lugas dan berani dalam berbisnis. Pada 2011, ia mendirikan Thanksinsomnia, yang pada awalnya hanya memproduksi kaus dengan desain sederhana namun membawa pesan kuat bagi anak muda.
Perjalanan Karier dan Besarnya Nama Thanksinsomnia
Di bawah kepemimpinan Mohan Hazian, Thanksinsomnia berkembang pesat dan menjelma menjadi salah satu brand streetwear paling dikenal di Indonesia. Brand ini tidak hanya menjual produk fesyen, tetapi juga membangun komunitas dan gaya hidup yang dekat dengan kultur anak muda urban.
Beberapa capaian penting dalam perjalanan karier Mohan antara lain keberhasilan Thanksinsomnia menembus pasar internasional melalui kolaborasi kreatif lintas negara. Selain itu, Mohan juga menulis buku berjudul Goresan Seorang Berandal yang terbit pada 2021, berisi kisah personal dan perjalanan bisnisnya.
Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai forum kreatif untuk membahas strategi branding, pemasaran, dan pengembangan bisnis berbasis komunitas.
Alasan Nama Mohan Hazian Trending di X
Nama Mohan Hazian mulai ramai diperbincangkan pada Senin, 9 Februari 2026, setelah akun X @aarummanis mengunggah utas berisi pengakuan dugaan pelecehan seksual oleh seorang pemilik brand lokal berinisial M.
Dalam utas tersebut, identitas terduga tidak disebutkan secara eksplisit pada awalnya. Namun, warganet kemudian mengaitkan sejumlah petunjuk dalam cerita tersebut dengan sosok Mohan Hazian. Dugaan tersebut semakin menguat setelah beberapa konten promosi yang melibatkan model terkait diketahui telah dihapus dari akun media sosial resmi Thanksinsomnia.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada pernyataan atau klarifikasi resmi dari Mohan Hazian terkait tudingan yang beredar di media sosial.
Dampak terhadap Bisnis dan Karya
Kontroversi ini berdampak langsung pada ekosistem bisnis yang selama ini dibangun Mohan. Sejumlah mitra bisnis dilaporkan mengambil langkah tegas sebagai respons atas isu tersebut.
Shira Media Group, penerbit yang pernah bekerja sama dengan Mohan, menyatakan telah menghentikan seluruh aktivitas komersial dan menarik buku-buku karya Mohan dari peredaran sejak 9 Februari 2026. Di media sosial, juga muncul seruan boikot terhadap produk Thanksinsomnia sebagai bentuk solidaritas terhadap korban dugaan pelecehan.
Situasi ini menempatkan Mohan Hazian dalam tekanan publik yang besar, sekaligus memunculkan diskursus luas soal relasi kuasa, keamanan kerja di industri kreatif, dan keberanian korban untuk bersuara di ruang digital.
Pertanyaan yang Banyak Dicari Publik
Mohan Hazian dikenal sebagai pendiri dan pemilik brand streetwear Thanksinsomnia yang berdiri sejak 2011. Ia diketahui telah menikah dengan Alya Putri Zayyan Shafa. Buku-bukunya ditarik dari peredaran oleh penerbit sebagai bentuk sikap institusional menyusul munculnya dugaan kasus yang melibatkan namanya.