Dani Carvajal Kecewa di Real Madrid, Terungkap Alasan Alvaro Arbeloa Terus Mencadangkan Sang Kapten

Genvoice.id | 10 Feb 2026

JAKARTA, GENVIOCE.ID - Drama internal sedang menyelimuti raksasa Spanyol, Real Madrid, di tengah tren positif yang mereka raih. Meski baru saja memetik poin penuh saat bertamu ke markas Valencia, ada satu sosok yang tertangkap kamera menunjukkan raut wajah tidak bahagia. Sosok tersebut adalah sang kapten legendaris, Dani Carvajal. Kemenangan Los Blancos di Stadion Mestalla pada Senin, 9 Februari 2026 dini hari WIB, seharusnya menjadi momen perayaan, namun bagi Carvajal, laga tersebut justru menjadi puncak rasa frustrasinya.

Pemain veteran ini dikabarkan sangat kecewa karena kembali tidak mendapatkan kesempatan merumput oleh sang pelatih, Alvaro Arbeloa. Situasi ini menjadi sangat ironis mengingat statusnya sebagai pemimpin di lapangan, namun kini ia justru terlihat lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan sambil menyaksikan rekan-rekannya berjuang. Isu ketidakharmonisan antara kapten dan pelatih pun mulai menyeruak ke permukaan dan menjadi bahan diskusi hangat di kalangan pecinta sepak bola dunia, nih Gen.

Real Madrid sebenarnya tampil cukup solid dengan membawa pulang kemenangan 2-0 berkat gol dari Alvaro Carreras dan Kylian Mbappe. Padahal, saat itu Madrid sedang dalam kondisi tidak full team karena harus bermain tanpa bintang utama mereka seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, hingga Rodrygo. Namun, yang paling mencuri perhatian justru keputusan berani Arbeloa di posisi bek kanan.

Alih-alih menurunkan Carvajal yang sarat pengalaman, Arbeloa justru lebih memilih memasang bek muda David Jimenez sebagai starter. Keputusan ini terasa semakin pahit bagi Carvajal ketika di menit ke-76, Arbeloa malah memasukkan Trent Alexander-Arnold untuk menggantikan Jimenez, sedangkan Carvajal tetap dibiarkan duduk manis di bangku cadangan sampai peluit panjang berbunyi, nih Gen.

Momen Frustrasi Carvajal Setelah Laga

Kekecewaan bek berusia 34 tahun ini bukan sekadar rumor belaka. Berdasarkan laporan dari jurnalis Rodra, Carvajal terlihat menunjukkan gestur tidak puas sesaat setelah pertandingan berakhir. Ia tertangkap kamera sedang terlibat perbincangan serius dengan pelatih fisik andalan Madrid, Antonio Pintus. Kabarnya, sang kapten merasa bingung dan kesulitan memahami alasan di balik keputusan tim pelatih yang terus mengabaikannya, padahal ia merasa sudah dalam kondisi fisik yang prima.

Pintus sendiri kabarnya berusaha menenangkan suasana dan memberikan penjelasan medis atau teknis kepada Carvajal di pinggir lapangan. Namun, raut muka sang pemain tidak bisa berbohong; ia tetap merasa bahwa dirinya masih layak berada di lapangan hijau untuk membantu tim, apalagi di stadion sesulit Mestalla. Kejadian ini memicu banyak spekulasi soal masa depannya di klub yang sudah ia bela selama bertahun-tahun tersebut.

Alasan Alvaro Arbeloa di Balik Menit Bermain yang Minim

Jika menilik statistik sebulan terakhir, Carvajal sebenarnya sudah dinyatakan fit dan rutin masuk dalam skuad. Namun, ia hanya mendapatkan kesempatan bermain yang sangat minim, yakni hanya dua kali tampil sebagai pemain pengganti dengan durasi yang sangat singkat. Tercatat ia hanya main 13 menit saat melawan Albacete dan 14 menit saat menghadapi AS Monaco di Liga Champions. Arbeloa justru lebih percaya pada David Jimenez atau langsung memainkan Trent Alexander-Arnold yang baru saja kembali ke skuad.

Menanggapi gejolak ini, Alvaro Arbeloa akhirnya buka suara kepada media. Ia menegaskan bahwa alasan utamanya mencadangkan Carvajal adalah demi keamanan sang pemain sendiri. Arbeloa mengaku tidak ingin mengambil risiko besar jika memaksakan sang veteran bermain di intensitas tinggi terlalu cepat.

"Saya akan sangat jelas. Saya melihat Dani meningkat dalam latihan dari hari ke hari. Secara bertahap. Jelas saya tidak akan mengambil risiko," kata Arbeloa memberikan penjelasan.

Pelatih muda itu juga menambahkan bahwa peran Carvajal di ruang ganti tetap tidak tergantikan. Baginya, Carvajal adalah sosok pemimpin yang suaranya sangat didengar oleh pemain lain, baik sebelum maupun sesudah pertandingan dimulai. Arbeloa yakin bahwa pada waktunya nanti, sang kapten akan kembali ke performa puncaknya dan memimpin tim lagi di lapangan.