Britney Spears Tegaskan Tak Akan Tampil Lagi di Amerika Serikat, Singgung Alasan Sensitif

Genvoice.id | 10 Jan 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah sorotan publik yang tak pernah benar-benar menjauh darinya, Britney Spears kembali membuat pengakuan mengejutkan.

Ikon pop asal Amerika Serikat itu menyatakan tidak akan pernah lagi tampil di negaranya sendiri, sebuah pernyataan yang langsung memicu spekulasi luas di kalangan penggemar maupun industri musik global.

Pengakuan tersebut disampaikan Britney melalui unggahan media sosial yang memperlihatkan dirinya duduk di atas panggung di samping sebuah piano putih. Dalam keterangan singkat namun penuh makna, ia menulis bahwa keputusannya diambil karena alasan yang sangat sensitif.

"Aku tidak akan pernah tampil di AS lagi karena alasan yang sangat sensitif," tulis Britney tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Meski terkesan tertutup, pernyataan itu dibaca banyak pihak sebagai penegasan batas baru dalam hidup dan kariernya. Selama bertahun-tahun, Britney dikenal hidup di bawah tekanan besar, baik secara personal maupun publik, terutama sebelum berakhirnya konservatori yang mengontrol hidupnya selama lebih dari satu dekade.

Menariknya, di saat menutup kemungkinan tampil di Amerika Serikat, Britney justru membuka pintu untuk panggung di luar negeri. Dalam unggahan yang sama, ia menyebut Inggris dan Australia sebagai dua negara yang mungkin akan ia kunjungi untuk tampil, bukan dalam format megah, melainkan dengan nuansa yang lebih intim dan personal.

"Aku berharap bisa duduk di bangku dengan mawar merah di rambutku, rambut disanggul, tampil bersama putraku, di Inggris dan Australia dalam waktu dekat," tulisnya.
"Dia bintang besar, dan aku sangat rendah hati bisa berada di hadapannya."

Ungkapan tersebut memperlihatkan sisi Britney sebagai seorang ibu. Ia diketahui memiliki dua putra dari pernikahannya dengan Kevin Federline, yakni Sean Preston yang kini berusia 20 tahun dan Jayden yang berusia 19 tahun. Dalam unggahan terpisah, Britney juga menyebut berniat memberikan piano putih yang ia gunakan kepada salah satu putranya, meski tidak menyebutkan secara spesifik kepada siapa.

Dalam kesempatan lain, Britney turut menanggapi komentar publik terkait video tarian yang kerap ia unggah di Instagram. Ia menegaskan bahwa tarian-tarian tersebut bukan sekadar konten hiburan, melainkan bagian dari proses penyembuhan diri yang ia jalani.

"Tarian-tarian itu menyembuhkan hal-hal di tubuhku yang tidak diketahui orang lain," ungkapnya.
"Iya, kadang memalukan… tapi aku telah melewati api untuk menyelamatkan hidupku."

Sebagai salah satu artis dengan penjualan album tertinggi sepanjang sejarah musik pop, Britney terakhir kali tampil di Amerika Serikat pada Oktober 2018, saat menutup Piece of Me Tour di Austin. Setahun setelahnya, ia sempat dijadwalkan membuka residensi Las Vegas keduanya bertajuk Domination, namun proyek tersebut dibatalkan sebelum akhirnya ia semakin menjauh dari panggung.

Meski demikian, Britney tidak sepenuhnya meninggalkan musik. Ia masih merilis karya, termasuk kolaborasi dengan Elton John lewat "Hold Me Closer" pada 2022 serta "Mind Your Business" bersama will.i.am pada 2023.

Kini, di fase hidup yang lebih tenang dan reflektif, Britney Spears tampaknya memilih jalannya sendiri-menjauh dari panggung besar Amerika, dan mendekat pada hal-hal yang memberinya rasa aman, makna, dan kebebasan.