Viral Sindiran Anggota DPR Endipat Wijaya Soal Donasi Cuma Rp10 Miliar, Ferry Irwandi: Dia Benar Kok

Genvoice.id | 09 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kritik pedas dari anggota DPR Endipat Wijaya terhadap bantuan yang dihimpun relawan bencana di Sumatra mendadak memicu perdebatan panas di dunia maya. Sindiran tersebut diduga ditujukan kepada aktivis dan pegiat media sosial Ferry Irwandi, yang selama ini aktif menggalang donasi dan turun langsung membantu korban bencana.

Endipat menilai kontribusi relawan hanya seujung kuku dibanding bantuan pemerintah yang mencapai triliunan rupiah.

Pernyataan tersebut sempat muncul dalam rapat Komisi I DPR dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid. Dalam video yang beredar, Endipat menyebut ada pihak yang merasa tampil paling berjasa hanya karena datang sekali dan mendirikan satu posko. Ia menegaskan pemerintah sudah hadir sejak awal dengan ratusan posko dan bantuan masif.

"Orang yang baru datang sekali sudah merasa paling bekerja, padahal negara sudah hadir sejak awal," ujarnya.

Ia pun menegaskan negara sudah mengucurkan bantuan triliunan rupiah, sedangkan donasi masyarakat hanya sekitar 10 miliar.

"Orang per orang hanya menyumbang 10 miliar, negara sudah triliunan-triliunan," katanya.

Meski tidak disebut langsung, warganet menilai komentar tersebut merujuk pada donasi yang dihimpun Ferry Irwandi dan kelompok relawan lainnya. Kritik itu dengan cepat menyebar dan memicu respons publik. Banyak netizen menilai sindiran DPR tersebut tidak adil, bahkan meremehkan kontribusi masyarakat yang menggunakan uang pribadi.

"Negara merasa tersaingi sama warganya," tulis salah satu warganet.

"Warga pakai uang sendiri, pemerintah pakai dana rakyat lewat pajak," komentar lainnya.

"Satu negara dibandingkan sama satu orang," tambah netizen lain.

Dalam salah satu unggahan Ferry Irwandi yang sedang pamit dari lokasi bencana untuk membeli obat, warganet langsung menagih responnya.

"Bang, tolong datangin anggota DPR yang ngatain," tulis seorang pengguna pada Senin, 14 Desember 2025.

Namun alih-alih bereaksi keras, Ferry hanya membalas dengan kalimat singkat yang justru menambah sensasi. "Nggak apa-apa. Dia benar kok. Sudah, santai saja," tulisnya.

Jawaban yang dingin dan penuh kendali itu langsung ramai dibicarakan. Banyak yang memuji sikap Ferry yang tidak terpancing dan tetap menempatkan fokus pada bantuan korban, bukan polemik politik.

Insiden ini kembali membuka diskusi tentang peran negara vs relawan, serta bagaimana kontribusi masyarakat sering kali dipandang sebelah mata meski berada di garis depan bencana.