Trump Tegaskan Thailand dan Kamboja Patuhi Gencatan Senjata

Genvoice.id | 09 Dec 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan agar Thailand dan Kamboja mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya, menyusul kembali terjadinya bentrokan di wilayah perbatasan kedua negara. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional atas potensi eskalasi konflik yang dapat mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Trump menyampaikan bahwa gencatan senjata merupakan komitmen penting yang harus dihormati oleh kedua pihak. Ia menilai kesepakatan damai tersebut telah dicapai melalui proses diplomasi yang tidak mudah dan bertujuan utama untuk menghentikan kekerasan serta melindungi warga sipil di wilayah perbatasan.

Kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja sebelumnya dicapai setelah kedua negara terlibat ketegangan militer akibat sengketa wilayah perbatasan. Dalam perjanjian tersebut, kedua pihak sepakat menghentikan operasi militer, menahan diri dari provokasi, serta menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomasi dan dialog bilateral.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, laporan mengenai kembali terjadinya bentrokan bersenjata memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata berada dalam ancaman serius. Situasi ini mendorong Amerika Serikat, melalui pernyataan Trump, untuk kembali menekan kedua pemerintah agar tetap berpegang pada perjanjian yang sudah disepakati.

Trump menegaskan bahwa pelanggaran terhadap gencatan senjata hanya akan memperburuk kondisi keamanan dan memperbesar risiko kemanusiaan. Ia menekankan bahwa masyarakat sipil di kedua negara menjadi pihak yang paling dirugikan jika konflik kembali meluas. Oleh karena itu, ia meminta Bangkok dan Phnom Penh untuk menahan diri serta mengedepankan dialog.

Selain menyoroti aspek keamanan, Trump juga mengingatkan dampak konflik terhadap perekonomian regional. Ketegangan berkepanjangan dinilai dapat mengganggu perdagangan, investasi, dan kerja sama internasional, termasuk hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat dan mitra global lainnya.

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di perbatasan Thailand-Kamboja. Washington juga siap mendukung upaya diplomasi yang bertujuan memastikan gencatan senjata dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, baik melalui jalur bilateral maupun kerja sama regional.