Kronologi Penipuan WO Ayu Puspita Libatkan 200 Korban, Pengantin Syok Tak Ada Katering, Pelaku Diamankan Polisi Karena Nyaris Diamuk Massa!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, kabar penipuan yang melibatkan Wedding Organizer (WO) kembali mengguncang jagat maya, dan kali ini korbannya mencapai ratusan orang! Kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh WO Ayu Puspita ini menjadi viral di media sosial pada Minggu (7/12/2025), setelah salah satu pasangan pengantin yang merasa dirugikan mengunggah kekecewaannya di platform TikTok.
Tak disangka, unggahan tersebut langsung memicu pengakuan dari banyak pasangan lain yang juga menjadi korban. Salah satu korban yang viral bahkan mengaku bahwa hari pernikahan mereka yang seharusnya indah berubah menjadi mimpi buruk karena resepsi berlangsung tanpa adanya suguhan katering seperti yang telah disepakati!
Korban-korban WO Ayu Puspita ini berasal dari berbagai wilayah, mulai dari Cileungsi, Bogor, Cimanggis, hingga Bekasi. Puncaknya, sekitar 200 orang korban yang merasa dirugikan berkumpul di rumah terduga pelaku di Jalan Beton, Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Rumah Pelaku Digerebek, Nyaris Ricuh
Kericuhan nyaris terjadi ketika massa yang sudah lama menanti kejelasan menuntut pertanggungjawaban dari pemilik WO tersebut. Situasi di sekitar rumah pelaku sempat memanas karena warga yang merasa kesal tidak kunjung mendapat kejelasan terkait uang dan layanan yang telah mereka bayar.
Menindaklanjuti laporan dan demi menjaga keamanan, tim Polres Metro Jakarta Timur segera menuju lokasi.
"Menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan penipuan oleh penyedia jasa WO tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, tim Polres Metro Jakarta Timur langsung menuju lokasi untuk memastikan keamanan tetap terkendali," jelas Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal, dikutip dari ANTARA di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Polisi berhasil meredam situasi dan kemudian mengamankan terduga pelaku untuk menghindari amukan massa yang memuncak. Selanjutnya, pelaku diserahkan ke Polres Metro Jakarta Utara karena laporan kasus yang lebih dulu masuk ke kepolisian berada di wilayah tersebut.
Total 87 Laporan dan Kerugian Fantastis
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno G Sukahar membenarkan kasus ini dan mengatakan bahwa tidak hanya pemilik WO, tetapi staf Ayu Puspita juga turut diperiksa dalam perkara ini.
"Ada lima orang dari pihak WO itu sekarang lagi kita periksa. Iya termasuk [pemilik] dan staf-stafnya," ujar Onkoseno kepada wartawan, Senin (8/12/2025).
Perkara ini teregister dalam LP/B/2334/XII/2025/Resju/PMJ tanggal 06 Desember 2025. Pasal yang dilaporkan terkait tindak pidana penipuan dan atau Penggelapan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.
Onkoseno menambahkan bahwa hingga saat ini, 87 laporan polisi sudah diterima oleh pihaknya. Dari salah satu pelapor berinisial SO, kerugian yang ditanggung mencapai Rp87 juta untuk pembayaran WO. Namun, ketika waktu resepsi tiba, pihak wedding organizer diduga tidak memenuhi kewajibannya.
"Ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan," imbuhnya.
Korban akhirnya melaporkan kasus dugaan penipuan ini ke kepolisian karena pihak WO tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Ternyata, masih banyak korban penipuan/penggelapan lainnya dari wedding organizer tersebut, menunjukkan skala kejahatan yang besar.
Gen, apa langkah pertama yang harus kalian lakukan untuk memverifikasi kredibilitas sebuah Wedding Organizer agar tidak menjadi korban penipuan?