Kalah dari Filipina, Jalan Timnas Indonesia U-22 ke Semifinal SEA Games 2025 Makin Terjal, Ini Dua Skenarionya
Liverpool bakal menjalani salah satu laga tersulit musim ini saat bertandang ke markas Inter Milan pada fase liga Liga Champions 2025/2026 di Giuseppe Meazza, Rabu (10/12) dini hari WIB. The Reds datang dengan kondisi compang-camping, sementara Inter justru sedang melaju seperti mesin turbo.
Inter sekarang nyaman duduk di peringkat empat klasemen dengan 12 poin dari lima laga. Satu-satunya noda hanyalah kekalahan dari Atletico Madrid pekan lalu. Sebaliknya, Liverpool baru saja dipermalukan PSV Eindhoven 1-4 di Anfield dan terperosok ke posisi 13.
Tak heran jika Inter jadi favorit mutlak. Analisis Opta menyebut peluang menang Nerazzurri mencapai 44,8 persen, sedangkan Liverpool hanya 30,1 persen. San Siro juga bukan tempat yang ramah bagi tamu: Inter belum pernah kalah dalam 18 laga Liga Champions terakhir di kandang, dengan 15 kemenangan dan 3 hasil imbang.
Lautaro Martínez makin memperkuat dominasi Inter. Penyerang Argentina itu selalu mencetak gol di lima laga kandang Liga Champions sepanjang 2025, total delapan gol. Ketajaman ini jelas menjadi ancaman terbesar untuk Liverpool yang sedang goyah.
Situasi The Reds justru makin runyam. Akhir pekan lalu mereka kembali gagal menang setelah ditahan Leeds United 3-3, melanjutkan tren suram: satu kemenangan dari enam laga terakhir. Masalah penyelesaian akhir juga akut. Dari 44 tembakan dan 4,9 xG dalam dua laga Liga Champions terbaru, Liverpool hanya mencetak dua gol.
Drama internal ikut memperparah keadaan. Mohamed Salah dicoret dari skuad setelah melontarkan komentar yang dianggap menyerang klub. Arne Slot memastikan keputusan itu mendapat dukungan manajemen, yang menandakan situasi panas di ruang ganti.
Belum cukup sampai di situ, badai cedera menghantam Liverpool. Cody Gakpo, Federico Chiesa, Jeremie Frimpong, dan Wataru Endo semuanya absen. Conor Bradley sudah kembali berlatih, tapi belum pasti tampil sejak awal.
Inter justru datang dengan mood terbaik setelah menang 4-0 atas Como. Mereka juga meraih tiga kemenangan beruntun sejak tumbang dari Atletico, dan hanya kebobolan tiga gol di fase liga Liga Champions sejauh ini.
Dengan performa labil, konflik internal, dan daftar cedera panjang, Liverpool melangkah ke San Siro dalam kondisi paling rapuh musim ini. Sebaliknya, Inter tampil stabil, tajam, dan penuh percaya diri. Data, momentum, dan atmosfer kandang semuanya mengarah pada Nerazzurri.
Liverpool masih bisa mencuri poin, tapi mereka butuh performa luar biasa. Dan mungkin, sedikit keajaiban di Milan.