Helmut Marko Pastikan Pensiun dari Penasihat Red Bull untuk F1 Musim 2026
JAKARTA, Genvoice.id Helmut Marko memastikan akan mengakhiri perannya sebagai penasihat Red Bull Racing menjelang bergulirnya Formula 1 musim 2026. Tokoh berusia 82 tahun itu menegaskan keputusannya untuk pensiun setelah lebih dari dua dekade menjadi figur kunci di balik kesuksesan Red Bull di ajang balap paling bergengsi dunia.
Keputusan Marko menandai berakhirnya era panjang sejak Red Bull pertama kali masuk Formula 1 pada 2005. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai arsitek utama strategi pengembangan pembalap Red Bull sekaligus sosok berpengaruh dalam pengambilan keputusan tim. Kepastiannya untuk mundur disampaikan setelah berbagai spekulasi mengenai masa depannya mencuat sepanjang musim 2025.
Dalam pernyataannya, Marko menegaskan bahwa faktor usia dan perubahan struktur organisasi Red Bull menjadi pertimbangan utama. Ia menyebut waktunya telah tiba untuk memberi ruang bagi generasi berikutnya dalam membawa tim menghadapi tantangan baru, khususnya menyongsong perubahan regulasi besar Formula 1 pada 2026.
Helmut Marko dikenal luas sebagai sosok sentral di balik program pembinaan pembalap junior Red Bull. Melalui program tersebut, ia berperan besar dalam menemukan dan membentuk talenta-talenta top Formula 1. Sejumlah pembalap ternama, termasuk Sebastian Vettel dan Max Verstappen, merupakan produk dari kebijakan dan keberaniannya dalam memberi kesempatan kepada pembalap muda.
Kontribusi Marko tidak hanya terlihat dari prestasi pembalap, tetapi juga dari kesuksesan Red Bull sebagai tim. Di bawah perannya sebagai penasihat, Red Bull berkembang menjadi kekuatan dominan di Formula 1, dengan berbagai gelar juara dunia pembalap dan konstruktor yang diraih dalam lebih dari satu era regulasi.
Manajemen Red Bull menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Marko selama bertahun-tahun. Peran dan pengaruhnya disebut tidak tergantikan dalam sejarah tim. Meski demikian, Red Bull menegaskan akan melanjutkan filosofi pengembangan pembalap muda dan budaya kompetitif yang selama ini menjadi ciri khas tim.