21 Stasiun MRT Tomang-Medan Satria, Cek Daftar Rute Lengkapnya!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pengembangan jaringan transportasi publik di kawasan Jabodetabek terus dipersiapkan melalui proyek MRT Lin Timur-Barat yang dirancang menghubungkan wilayah Tangerang hingga Bekasi. Pada tahap awal, jalur MRT Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 akan membentang dari Tomang, Jakarta Barat, hingga Medan Satria, Kota Bekasi, dengan total 21 stasiun.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PT MRT Jakarta (Perseroda) melalui akun Instagram resminya pada Jumat (9/10/2026), jalur tahap awal tersebut direncanakan memiliki panjang 24,5 kilometer. Proyek ini menjadi bagian dari rencana pengembangan jalur MRT Timur-Barat yang secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar 84 kilometer dengan 48 stasiun.
Daftar 21 Stasiun MRT Tomang-Medan Satria
Rute Tomang-Medan Satria akan melewati sejumlah kawasan strategis di Jakarta hingga wilayah perbatasan Bekasi. Jalur ini dirancang untuk memperluas jangkauan transportasi massal sekaligus memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Jabodetabek.
Berikut daftar 21 stasiun MRT Lin Timur-Barat Fase 1 Tahap 1 berdasarkan informasi MRT Jakarta:
- Tomang (Stasiun Ujung/Transfer)
- Grogol
- Roxy
- Petojo
- Cideng
- Thamrin
- Kebon Sirih
- Kwitang
- Senen
- Galur
- Cempaka Baru
- Sumur Batu
- Pakulonan Barat
- Pakulonan Timur
- Perintis
- Penggilingan
- Pulogadung
- Cakung Barat
- Pulo Gebang
- Ujung Menteng
- Medan Satria (Stasiun Ujung)
Tomang direncanakan menjadi stasiun ujung sekaligus titik transfer, sedangkan Medan Satria akan menjadi stasiun ujung di sisi timur jalur tahap awal. Daftar tersebut mencakup berbagai kawasan di Jakarta hingga Kota Bekasi yang nantinya terhubung melalui jaringan MRT Lin Timur-Barat.
Jalur MRT Menggabungkan Lintasan Layang dan Bawah Tanah
Selain jumlah stasiun, proyek MRT Lin Timur-Barat juga dirancang menggunakan kombinasi tiga jenis lintasan, yakni jalur layang, bawah tanah, dan permukaan tanah atau at-grade. Perpaduan tersebut direncanakan untuk menyesuaikan pembangunan jalur dengan kondisi kawasan yang dilintasi.
Lintasan layang direncanakan berada di kawasan Tomang-Grogol serta Cempaka Baru-Medan Satria. Sementara itu, jalur bawah tanah akan membentang dari Roxy hingga Galur.
Proyek ini juga mencakup pembangunan akses menuju depo serta fasilitas depo di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari kebutuhan pengembangan jaringan MRT Lin Timur-Barat dalam mendukung operasional jalur yang direncanakan.
MRT Lin Timur-Barat Bakal Membentang dari Balaraja hingga Cikarang
Pengembangan rute Tomang-Medan Satria merupakan bagian dari rencana jaringan MRT Lin Timur-Barat yang lebih luas. Secara keseluruhan, jalur ini direncanakan menghubungkan Balaraja di Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Cikarang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dengan panjang sekitar 84 kilometer dan total 48 stasiun, proyek tersebut direncanakan dibangun secara bertahap. Pengembangan lintas wilayah ini ditujukan untuk memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan metropolitan Jabodetabek.
MRT Jakarta menyebut proyek MRT Lin Timur-Barat telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Sementara itu, penetapan trase jalur MRT Timur-Barat atau East-West mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 203 Tahun 2022 tertanggal 25 Oktober 2022.
Tingginya Mobilitas Komuter Jadi Alasan Pengembangan
Pengembangan jaringan MRT Lin Timur-Barat ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lintas wilayah setiap hari. Data dalam infografik MRT Jakarta menunjukkan sekitar 1,65 juta penduduk di wilayah Bekasi dan Tangerang tercatat melakukan perjalanan komuter ke luar daerah tempat tinggalnya.
Dalam data yang sama, sekitar 279 ribu penduduk Kabupaten Tangerang disebut melakukan perjalanan komuter. Adapun proporsi warga yang menjadi komuter tercatat mencapai 18,5 persen di Tangerang Selatan dan 19,2 persen di Kota Bekasi.
Tingginya mobilitas masyarakat tersebut terlihat dari penggunaan beragam moda transportasi, mulai dari KRL, LRT Jabodebek, bus, hingga sepeda motor. Kehadiran jaringan MRT Lin Timur-Barat diharapkan dapat memperkuat integrasi antarmoda dan membantu meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.
Meski demikian, rute Tomang-Medan Satria yang dibahas merupakan bagian dari rencana pengembangan proyek secara bertahap. Informasi mengenai daftar stasiun tersebut mengacu pada materi yang disampaikan MRT Jakarta, sedangkan jadwal operasional dan perkembangan pembangunan lebih lanjut perlu merujuk pada pengumuman resmi berikutnya.