7 Band Indonesia dengan Vokalis Perempuan, Wajib Masuk Playlist Anak Skena
JAKARTA, GENVOICE.ID - Skena musik independen Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan musisi dari berbagai genre dan karakter. Di tengah perkembangan tersebut, sejumlah band dengan vokalis perempuan hadir membawa warna musik yang berbeda sekaligus menyuarakan pengalaman dan keresahan generasi muda.
Para vokalis perempuan ini tidak hanya menjadi sosok yang berada di depan panggung, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter musik kelompoknya. Mulai dari indie rock, electro pop, emo hingga alternative pop, karya mereka menawarkan suara yang menarik untuk masuk ke dalam playlist harian.
1. Grrrl Gang

Sumber: Green Island Music
Grrrl Gang merupakan band indie rock asal Yogyakarta yang beranggotakan Angeeta Sentana sebagai vokalis sekaligus gitaris, Akbar Rumandung pada bass dan Edo Alventa pada gitar. Sejak dibentuk pada 2016, mereka dikenal dengan musik yang catchy serta lirik yang membahas berbagai pengalaman dekat dengan kehidupan anak muda.
Tema seperti feminisme, kesehatan mental dan hubungan percintaan menjadi bagian dari cerita yang dibawa Grrrl Gang melalui musiknya. Popularitas mereka tidak hanya berkembang di Indonesia karena band ini juga pernah tampil di Korea Selatan dan Thailand.
Grrrl Gang bahkan menjalani tur ke 12 kota di enam negara di Asia dan Australia untuk mempromosikan album debut mereka, Spunky! yang dirilis pada 2023. Album tersebut juga masuk dalam daftar 10 Debut Albums of 2023 versi NME.
2. White Chorus

Sumber: Istimewa
Dari Bandung, ada duo electro pop White Chorus yang terdiri dari Clara Friska Adinda dan Emir Mahendra. Keduanya menggabungkan sejumlah elemen musik seperti UK garage, pop, R&B dan dance music untuk menghasilkan karakter suara yang eksperimental.
Musik White Chorus membawa berbagai suasana emosional, mulai dari rasa senang hingga kecemasan yang dibalut dengan beat elektronik enerjik. Pendekatan tersebut membuat karya mereka terasa spontan sekaligus menggambarkan kegelisahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu lagu yang bisa masuk playlist adalah "Minggu" dari EP do you guys wanna listen to some electro-pop music?yang dirilis pada 2024. Lagu yang dibawakan Clara Friska tersebut mengangkat rutinitas, ketidakpastian dan keinginan untuk mendapatkan kebebasan.
3. Sunwich

Sumber: Istimewa
Sunwich merupakan unit indie pop yang berasal dari Tanjung Priok, Jakarta Utara. Band yang terbentuk pada 2019 ini diperkuat Aliefa Agustine sebagai vokalis, Raflie Arbiantara pada bass, Hafiz Alfaiz sebagai gitaris utama, Mahandika Irsyam pada gitar ritme dan Rifki Handani sebagai drummer.
Karakter musik Sunwich cenderung ceria dan upbeat dengan aransemen yang sederhana tetapi mudah melekat di telinga. Mereka telah merilis sejumlah single serta album perdana Aphopenia pada 2024 melalui Demajors Records.
Album tersebut turut membawa Sunwich mendapat perhatian dari pelaku industri musik Jepang. Mereka kemudian mendapat kesempatan mengikuti rangkaian tur kecil untuk mempromosikan Aphopenia di beberapa kota Jepang pada awal 2025.
4. Milledenials

Sumber: Istimewa
Buat penggemar musik alternatif dengan nuansa emosional, Milledenials dari Bali bisa menjadi pilihan. Band ini diperkuat Nadya Narita sebagai vokalis bersama Made Krisna pada gitar dan vokal, Billy Sukmono pada bass serta Bagus Aditya pada gitar.
Milledenials menggabungkan alternative rock dengan elemen emo, shoegaze, dream pop hingga hardcore punk. Perpaduan tersebut menciptakan musik yang atmosferik sekaligus memiliki energi emosional yang kuat.
Sepanjang perjalanannya, Milledenials telah merilis sejumlah single, maxi-single, tiga EP dan dua proyek kolaborasi dalam format EP. Mereka juga pernah tampil di New Delhi, India, dan dijadwalkan tampil dalam Primavera a la Ciutat 2025 di Barcelona, Spanyol.
5. Rrag

Sumber: Istimewa
Rrag menjadi salah satu nama dari skena indie rock Bogor yang patut diperhitungkan. Band yang aktif sejak 2018 ini terdiri dari Dhi Adjeng Widyasti sebagai bassis sekaligus vokalis, Arafat Zawaid, Damas Hermansjah dan Wili Benardo.
Musik Rrag mengandalkan karakter indie rock yang sederhana dengan sentuhan pop sehingga cukup mudah dinikmati. Mereka memperkenalkan identitas musikalnya melalui EP perdana Eter yang dirilis pada 2019.
Setelah debut tersebut, Rrag terus menghasilkan materi baru untuk memperkuat eksistensinya di skena musik independen. Beberapa rilisan yang menjadi bagian dari perjalanan mereka antara lain "Violet" pada 2021 dan "Bayang".
6. The Dare

Sumber: instagram.com/__thedare__
The Dare awalnya lahir sebagai proyek iseng pada 2018 sebelum berkembang menjadi band indie pop dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Grup ini terdiri dari Riri sebagai vokalis dan gitaris, Yollanang pada gitar, Meigali pada bass serta Desita pada drum.
Selain menghadirkan musik yang ringan, The Dare juga membawa perhatian terhadap isu perempuan dalam aktivitas bermusiknya. Mereka turut menyampaikan kampanye antipelecehan seksual dalam sejumlah penampilan.
Mini album debut mereka yang berjudul Inthrovvvert bahkan berhasil terjual habis dalam format kaset dan CD. Hal tersebut menjadi salah satu pencapaian yang menunjukkan bahwa karya mereka mendapat respons positif dari pendengar.
7. Cassette Tape

Sumber: Istimewa
Menutup daftar ini, ada Cassette Tape, trio alternative pop asal Jakarta yang beranggotakan Sarah Azka sebagai vokalis, Joe Pramudio pada gitar dan synthesizer serta Farrel Cahyono pada bass dan synthesizer. Ketiganya mulai bermusik bersama sejak masih duduk di bangku SMA ketika berusia sekitar 16 tahun.
Salah satu rilisan terbaru mereka adalah "Dream Girl" yang dirilis pada 2025. Lagu tersebut menampilkan perkembangan musikal Cassette Tape melalui nuansa dreamy yang dipadukan dengan visual video klip animasi yang memiliki karakter unik.
Video musik "Dream Girl" pertama kali diunggah ke YouTube pada 24 Februari 2025 dan telah mendapatkan lebih dari 164 ribu penayangan. Sambutan dari pendengar lokal maupun internasional turut menunjukkan bahwa Cassette Tape memiliki potensi untuk terus berkembang di skena musik alternatif.
Ketujuh band tersebut menunjukkan bahwa skena musik Indonesia semakin beragam dengan kehadiran vokalis perempuan yang memiliki karakter dan identitas masing-masing. Dari musik yang catchy hingga eksperimental, karya mereka bisa menjadi pilihan menarik bagi pendengar yang ingin menemukan warna baru dalam playlist.