Timnas Lebanon Main Kasar Lawan Indonesia, Kaptennya Langsung Minta Maaf

Genvoice.id | 09 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, laga uji coba internasional antara Indonesia dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin malam, menyisakan cerita panas. Pertandingan yang berakhir tanpa gol itu justru lebih banyak diwarnai aksi keras dari tim tamu, sampai bikin pemain Indonesia sering jadi sasaran benturan.

Bukan cuma sekali dua kali, Lebanon terlihat bermain dengan strategi bertahan total, mengulur waktu, dan mengandalkan permainan fisik. Wasit bahkan harus mengeluarkan lima kartu kuning buat para pemain mereka. Taktik ini jelas bikin jalannya pertandingan panas, dan publik menilai permainan Lebanon kelewat "kotor".

Kapten Lebanon, Mohamad Haidar, akhirnya buka suara setelah laga. Pemain senior berusia 35 tahun itu menyampaikan permintaan maaf atas cara timnya tampil di lapangan. "Mohon maaf atas apa yang terjadi dalam pertandingan. Inilah sepak bola. Kami tidak ingin berseteru dengan pemain mana pun atau membuat masalah dengan orang-orang di dalam lapangan," kata Haidar dalam konferensi pers.

Meski demikian, Haidar tetap menunjukkan rasa hormatnya kepada tim Garuda. Ia bahkan mendoakan Indonesia bisa melaju sampai ke Piala Dunia 2026. Namun, ada pesan yang cukup menohok juga dari sang kapten. Menurutnya, kalau nanti Indonesia bertemu tim kelas dunia seperti Argentina atau Brasil, Garuda bisa jadi akan menerapkan gaya bermain serupa dengan Lebanon.

"Kita lihat apa yang akan terjadi melawan mereka, pasti akan sama seperti sekarang kami bermain melawan Indonesia," ungkap Haidar, yang sudah mengoleksi 90 caps sejak debut di timnas Lebanon tahun 2011.

Haidar juga menegaskan bahwa kondisi timnya sebenarnya belum dalam performa terbaik karena liga domestik Lebanon masih libur. Meski begitu, ia tetap puas dengan hasil imbang di Surabaya. Sebelumnya, Lebanon juga sempat bikin kejutan dengan menumbangkan Qatar 1-0.

"Dan kami bermain sangat baik dari segi taktik. Dan seperti yang dikatakan pelatih, kami tidak dalam kondisi siap karena liga belum dimulai sekarang, kami masih berada di pramusim dan sekarang bermain melawan tim besar seperti Indonesia," tutup Haidar.

Bagi tim Garuda, hasil imbang ini memang mengecewakan karena gagal memanfaatkan laga kandang. Tapi dari sisi pengalaman, pertandingan keras seperti ini bisa jadi bekal penting buat Indonesia menghadapi lawan-lawan lebih berat ke depan.