Ngeri! Remaja Hilang 41 Tahun Ditemukan Tinggal Kerangka, Diduga Korban Pembunuhan Keji

Genvoice.id | 09 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kisah misterius yang bikin penasaran warga Argentina akhirnya terpecahkan setelah empat dekade! Seorang remaja bernama Diego Fernandez Lima yang menghilang secara misterius pada tahun 1984, kini ditemukan tinggal kerangka.

Penemuan ini memicu kembali penyelidikan, dengan dugaan kuat bahwa Diego adalah korban pembunuhan. Duh, sedih banget ya Gen!

Semua bermula pada 26 Juli 1984. Diego, yang saat itu berusia 16 tahun, pamit kepada ibunya untuk pergi ke sekolah. Namun, ia tidak pernah kembali. Keluarga sudah berusaha mencari ke mana-mana, dari tetangga, teman sekolah, sampai klub sepak bola, tapi tidak ada yang tahu keberadaannya.

Polisi pun sempat meremehkan, mengira Diego kabur dengan pacarnya. Sayangnya, empat dekade berlalu, jejaknya tetap nihil. Sang ayah bahkan meninggal tertabrak mobil saat sedang mencari-cari putranya.

Hingga akhirnya, pada Mei lalu, nasib Diego terkuak. Para tukang bangunan yang sedang menggali di sebuah taman di kawasan Coghlan menemukan fragmen tulang. Lokasinya ternyata di halaman belakang rumah tetangga yang dulu dihuni oleh Cristian Graf, teman sekelas Diego.

"Saya merasa marah, putus asa, sedih. Dan, pada saat yang sama bahagia karena menemukan saudara saya 41 tahun kemudian," ujar Javier, saudara Diego, kepada BBC Mundo. "Ketika jenazahnya diserahkan kepada keluarga, saya bisa mengucapkan selamat tinggal dengan damai seperti yang pantas dia dapatkan."

Hasil Forensik Bikin Merinding: Ada Indikasi Pembunuhan

Penemuan ini tidak hanya membawa kelegaan, tapi juga pertanyaan besar. Siapa yang membunuh Diego? Dan kenapa jasadnya dikubur di halaman rumah tersebut?

Hasil analisis forensik awal sangat mengejutkan. Kerangka tersebut adalah milik seorang pemuda berusia 16-19 tahun, dengan tinggi 1,72 meter. Yang paling bikin ngeri, ada luka tusuk di punggungnya dan indikasi bahwa jasadnya sempat dimanipulasi, kemungkinan untuk dipotong-potong.

Meskipun kasus ini sudah kedaluwarsa secara hukum di Argentina karena merupakan kejahatan yang sudah lama terjadi, pihak berwenang tetap berupaya mencari tahu pelaku di balik kematian Diego.

Teman Sekolah Diego Jadi Saksi Kunci

Pihak jaksa, yang dipimpin oleh Martin Lopez Perrando, langsung bergerak cepat. Mereka memanggil Cristian Graf, teman sekelas Diego, untuk memberikan keterangan. Ini karena jasad Diego ditemukan di properti yang dulu ditinggali keluarga Graf.

Walaupun pengacara Graf, Martin Diaz, menegaskan kliennya kooperatif dan tidak punya tuduhan apa-apa, jaksa Lopez sudah meminta hakim untuk menyelidiki Graf atas tuduhan menyembunyikan bukti. Enam saksi lain juga dipanggil, termasuk para tukang bangunan yang menemukan jasad tersebut.

Bagi keluarga, ini adalah masa-masa yang sangat sulit. Meskipun sudah lega karena jenazah Diego akhirnya ditemukan, proses penyelidikan ini membuka luka lama. "Ini sangat menyakitkan," kata Javier Fernandez.

Kasus ini jadi pengingat betapa berharganya setiap nyawa, dan misteri yang hilang selama puluhan tahun akhirnya menemui titik terang.