Jejak Digital Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Terbongkar, Cari Info Serangan di AS

Genvoice.id | 09 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Polisi Thailand mengungkap sejumlah fakta baru terkait penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi yang menewaskan sembilan orang, termasuk pelaku. Remaja berusia 14 tahun tersebut diketahui sempat mencari informasi mengenai sejumlah penembakan di sekolah Amerika Serikat melalui komputer miliknya.

Aktivitas tersebut terungkap setelah aparat melakukan pemeriksaan terhadap perangkat elektronik yang digunakan pelaku. Polisi menemukan bahwa pencarian mengenai serangan di sekolah-sekolah AS mulai dilakukan sejak 30 Juli 2026, atau sekitar satu pekan sebelum penembakan terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Selain mencari informasi mengenai serangan serupa, remaja tersebut juga disebut menghabiskan banyak waktu untuk memainkan game yang mengandung unsur kekerasan. Kendati demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa kebiasaan bermain game maupun aktivitas pencarian di internet menjadi penyebab langsung terjadinya penembakan.

Polisi Telusuri Jejak Digital Pelaku

Pemeriksaan perangkat elektronik menjadi salah satu bagian penting dalam penyelidikan untuk mengetahui aktivitas pelaku sebelum serangan. Aparat masih berusaha menyusun rangkaian kejadian dan mencari faktor yang mungkin mendorong remaja tersebut melakukan tindakan kekerasan.

Polisi juga mendalami kemungkinan adanya perundungan atau bullying yang dialami pelaku sebelum kejadian. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai apakah faktor tersebut memiliki hubungan dengan aksi penembakan.

Jumlah korban tewas dalam tragedi tersebut kemudian bertambah menjadi sembilan orang, termasuk pelaku. Korban terbaru diketahui bernama Naphat Chaima, siswa Mathayom 1 atau setara kelas 7, yang meninggal pada Sabtu, 8 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan medis.

Delapan korban lainnya terdiri dari kakek dan nenek pelaku, dua guru, tiga staf sekolah, serta seorang siswa kelas 7. Polisi Thailand masih merahasiakan identitas pelaku karena yang bersangkutan masih berusia di bawah umur.

Pelaku Diduga Tembak Kakek dan Nenek

Kepolisian Nasional Thailand kini mengambil alih penyelidikan kasus tersebut. Berdasarkan dugaan sementara, remaja itu terlebih dahulu menyerang kakek dan neneknya di rumah mereka yang berada di Provinsi Nonthaburi sebelum menuju ke sekolah.

Jenazah kedua korban ditemukan ketika petugas bersama tim forensik memasuki rumah tersebut. Polisi menemukan pintu depan rumah dalam keadaan terkunci dari luar saat melakukan pemeriksaan di lokasi.

Komandan Kepolisian Provinsi Wilayah 1 Wattana Yichin mengatakan penyelidik menduga remaja tersebut meninggalkan rumah setelah melakukan penembakan terhadap kedua anggota keluarganya. Setelah itu, ia diduga melanjutkan aksinya di lingkungan sekolah.

Paman pelaku mengatakan remaja tersebut telah tinggal bersama kakek dan neneknya sejak masih kecil. Menurutnya, sang keponakan cukup banyak menghabiskan waktunya dengan bermain game dan dikenal sebagai anak yang cenderung pendiam.

Polisi Belum Simpulkan Motif Penembakan

Meski dikenal tertutup dan banyak bermain game, sang paman mengaku tidak melihat adanya perselisihan maupun perubahan mencolok yang menunjukkan tekanan mental sebelum kejadian. Polisi pun masih berhati-hati dalam menghubungkan kondisi tersebut dengan aksi penembakan.

Riwayat pencarian mengenai penembakan sekolah di AS dan aktivitas bermain game kekerasan saat ini masih diperlakukan sebagai bagian dari informasi penyelidikan. Temuan tersebut belum dapat dijadikan bukti bahwa game atau konten internet menjadi penyebab langsung tindakan kekerasan.

Aparat masih memeriksa berbagai bukti, termasuk perangkat elektronik dan kondisi kehidupan pelaku sebelum kejadian. Penyelidikan juga diarahkan untuk mengetahui apakah terdapat faktor lain yang mungkin berperan dalam tragedi tersebut.

Kasus penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi menjadi perhatian serius karena melibatkan seorang pelaku yang masih berusia 14 tahun. Polisi Thailand hingga kini masih berupaya mengungkap motif sebenarnya serta memastikan seluruh rangkaian peristiwa sebelum dan saat penembakan terjadi.