Jangan Disepelekan! 5 Perubahan pada Kuku Ini Bisa Jadi Sinyal Masalah Kesehatan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kuku selama ini lebih sering dianggap sebagai bagian tubuh yang perlu dirawat agar terlihat bersih dan menarik. Padahal, perubahan pada bentuk, warna, maupun teksturnya juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi kesehatan seseorang.
Perawatan seperti manicure dan pedicure memang bisa membuat kuku terlihat lebih rapi. Namun, perubahan alami yang muncul pada kuku justru perlu diperhatikan karena dalam kondisi tertentu dapat berkaitan dengan masalah kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter spesialis anestesiologi dan pengobatan nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Dr. Kunal Sood, membagikan sejumlah kondisi kuku yang dapat menjadi tanda kesehatan tertentu melalui akun Instagram resminya. Berikut lima perubahan kuku yang patut diperhatikan.
1. Kuku Berbentuk seperti Sendok
Bentuk kuku yang berubah menjadi cekung seperti sendok dikenal dengan istilah koilonychia. Kondisi ini membuat kuku terlihat lebih tipis, rapuh, dan melengkung ke bagian dalam hingga menyerupai mangkuk.
Menurut Kunal, perubahan tersebut dapat berkaitan dengan kekurangan zat besi yang berlangsung dalam waktu cukup lama. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi proses pertumbuhan kuku serta pembentukan keratin.
"Kondisi ini dapat terjadi karena kekurangan zat besi memengaruhi pertumbuhan kuku dan pembentukan keratin," ujarnya, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.
Meski begitu, bentuk kuku saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan zat besi. Pemeriksaan medis, termasuk tes ferritin dan hitung darah lengkap, biasanya diperlukan untuk mengetahui kondisi tersebut secara lebih akurat.
2. Muncul Bintik Putih pada Kuku
Bintik putih kecil pada permukaan kuku merupakan kondisi yang cukup umum dan tidak selalu menandakan masalah kesehatan serius. Kemunculannya sering kali disebabkan oleh cedera ringan pada bagian matriks kuku, misalnya akibat kuku terbentur, melakukan manicure, atau memiliki kebiasaan menggigit kuku.
Bintik tersebut biasanya akan bergerak menuju ujung kuku seiring pertumbuhan kuku. Dalam beberapa kasus, bintik putih yang muncul tanpa penyebab yang jelas juga dapat dikaitkan dengan kekurangan mineral tertentu seperti kalsium atau zinc.
Jika bintik putih terus muncul atau tidak diketahui penyebabnya, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat dilakukan. Hal tersebut penting agar penyebab sebenarnya dapat diketahui dan tidak hanya mengandalkan dugaan berdasarkan tampilan kuku.
3. Ada Garis Hitam yang Menetap
Kemunculan garis hitam baru pada salah satu kuku juga sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal biasa. Meskipun sebagian besar perubahan tersebut dapat bersifat jinak, dalam kondisi tertentu garis hitam pada kuku dapat berkaitan dengan melanoma kuku, yaitu salah satu jenis kanker kulit.
Perubahan akan semakin perlu diperhatikan apabila garis tersebut terlihat semakin melebar atau memiliki warna yang tidak merata. Kondisi yang disertai penyebaran warna ke kulit di sekitar kuku maupun kerusakan kuku juga membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena itu, jangan menunda pemeriksaan jika menemukan garis hitam baru yang menetap pada satu kuku. Dokter dapat melakukan evaluasi untuk mengetahui apakah perubahan tersebut hanya merupakan kondisi jinak atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.
4. Kuku Berubah Kuning dan Menebal
Kuku yang berubah menjadi kekuningan sekaligus menebal sering kali dikaitkan dengan infeksi jamur, terutama pada kuku kaki. Kondisi tersebut dapat membuat kuku mengalami perubahan tekstur dan tampak berbeda dari biasanya.
Namun, infeksi jamur bukan satu-satunya penyebab kuku menguning dan menebal. Cedera pada kuku, psoriasis, eksim, maupun beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan serupa.
Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada kuku secara keseluruhan. Jika kondisi semakin parah, menyebar, atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai.
5. Ujung Jari Mengalami Clubbing
Clubbing merupakan kondisi ketika ujung jari terlihat membesar dan kuku melengkung tajam ke bawah. Bentuk kuku pada kondisi ini dapat terlihat menyerupai sendok yang dibalik.
Perubahan tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai bentuk kuku yang normal, terutama jika baru muncul. Clubbing dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan tertentu.
"Clubbing yang baru muncul dapat berkaitan dengan penyakit paru-paru, kondisi jantung tertentu, penyakit radang usus, atau penyakit hati. Kondisi ini sebaiknya diperiksa secara medis dan tidak dianggap sebagai sesuatu yang normal," tutur Kunal.
Perubahan pada kuku memang tidak selalu berarti seseorang sedang mengalami penyakit tertentu. Namun, jika perubahan muncul secara tiba-tiba, menetap, atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat untuk mengetahui penyebabnya.
Dengan memperhatikan kondisi kuku secara rutin, seseorang dapat lebih cepat menyadari adanya perubahan yang tidak biasa pada tubuh. Meski demikian, jangan melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan tampilan kuku karena diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.