Film Siti Si Vampir, Cerita Horor dengan Sentuhan Komedi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Siti Si Vampir menawarkan kisah yang berbeda dari film vampir pada umumnya. Alih-alih hanya menghadirkan teror dan suasana mencekam, film arahan Rahabi Mandra tersebut memadukan drama komedi, cerita keluarga, serta satir sosial dalam perjalanan seorang perempuan yang tiba-tiba menjadi vampir.
Film produksi Bahagia Tanpa Drama ini mempertemukan Satine Zaneta dan Ciccio Manassero dalam satu layar. Keduanya memerankan karakter vampir dalam cerita yang juga mengangkat persoalan kesenjangan kelas sosial.
Siti Si Vampir dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini menjadi menarik karena menggunakan sosok vampir sebagai cara untuk menggambarkan kehidupan kelompok elite sekaligus memperlihatkan perubahan hidup seseorang dari lingkungan sederhana.
Dalam official first look yang dirilis, Satine terlihat kebingungan setelah terbangun dari tidur dan mendapati dirinya memiliki gigi taring. Sementara itu, Ciccio tampil sebagai sosok vampir dengan pakaian serba hitam yang justru terlihat menawan.
Siti Mendadak Menjadi Vampir
Cerita Siti Si Vampir berpusat pada Siti, seorang gadis yang menjalani kehidupan sederhana di rumah susun. Namun, kehidupannya berubah drastis setelah sebuah kejadian membuat dirinya menjadi vampir.
Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi fisiknya. Siti juga tiba-tiba masuk ke lingkungan kehidupan yang jauh berbeda dari kesehariannya.
Jika sebelumnya ia terbiasa bangun di rusun, Siti kemudian mendapati dirinya berada di sebuah kamar mewah. Perubahan tersebut menjadi awal dari perjalanan yang mempertemukannya dengan kehidupan kelompok elite.
Alih-alih langsung membawa penonton ke dalam suasana horor, film ini justru menggunakan situasi tersebut sebagai sumber komedi. Kebingungan Siti menghadapi perubahan dirinya menjadi salah satu bagian yang memberikan warna berbeda pada cerita.
Namun, di balik unsur komedi tersebut, terdapat persoalan yang lebih serius mengenai kehidupan sosial dan kesenjangan kelas.
Vampir sebagai Gambaran Kelas Atas
Produser Siti Si Vampir, Celerina Judisari, mengatakan ide membuat film tentang vampir sebenarnya sudah lama menjadi keinginannya. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi cerita yang tidak hanya menghadirkan unsur vampir, tetapi juga drama keluarga dan satir sosial.
Menurutnya, perjalanan Siti dimulai ketika kehidupan sederhana yang selama ini dijalaninya tiba-tiba berubah secara drastis.
Sutradara Rahabi Mandra juga melihat sosok vampir dalam film ini sebagai metafora untuk menggambarkan kelompok kelas atas. Sementara Siti menjadi sosok yang tidak biasa karena berasal dari lingkungan sederhana tetapi tiba-tiba mendapatkan akses ke kehidupan elite.
Konsep tersebut membuat perubahan Siti tidak hanya berkaitan dengan statusnya sebagai vampir. Ia juga harus memahami bagaimana kehidupan di lingkungan barunya bekerja.
Melalui pengalaman tersebut, penonton diajak melihat kesenjangan sosial dari sudut pandang seseorang yang tiba-tiba berpindah dari lingkungan sederhana ke kehidupan kelas atas.
Satine Zaneta dan Ciccio Manassero Jadi Vampir
Siti Si Vampir menghadirkan Satine Zaneta sebagai salah satu pemeran utama. Film ini juga menjadi pertemuan Satine dengan Ciccio Manassero dalam satu proyek layar lebar.
Selain keduanya, film ini turut dibintangi Ajil Ditto dan Shania Gracia. Para pemain tersebut menjadi bagian dari cerita yang memadukan unsur komedi dengan konflik keluarga dan persoalan sosial.
Kehadiran karakter-karakter tersebut membuat perjalanan Siti tidak hanya berpusat pada perubahan dirinya sebagai vampir. Hubungan antarkarakter juga menjadi bagian penting dalam perkembangan cerita.
Dengan pendekatan tersebut, Siti Si Vampir mencoba menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton yang terbiasa melihat cerita vampir sebagai film horor.
Siap Tayang di Bioskop Oktober 2026
Siti Si Vampir diproduksi Bahagia Tanpa Drama bersama Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.
Dengan menggabungkan komedi, drama keluarga, vampir, dan satir sosial, film ini membawa konsep yang cukup berbeda dari cerita vampir pada umumnya.
Kisah Siti yang berasal dari lingkungan sederhana lalu tiba-tiba masuk ke kehidupan elite menjadi daya tarik utama. Perubahan tersebut tidak hanya menjadi sumber konflik dan komedi, tetapi juga menjadi cara film untuk membahas kesenjangan kelas sosial di tengah masyarakat.