Film Na Willa Tayang di Netflix, Hadirkan Kisah Masa Kecil di Surabaya Era 1960-an
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Na Willa kini hadir di Netflix dan memperluas jangkauan kisah masa kecil yang diangkat dari karya Reda Gaudiamo. Film keluarga arahan Ryan Adriandhy ini mengajak penonton mengikuti kehidupan Willa, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tumbuh di Surabaya pada era 1960-an.
Film yang dirilis di Netflix pada Kamis, 6 Agustus 2026 tersebut menghadirkan cerita sederhana tentang masa kanak-kanak, keluarga, persahabatan, dan proses memahami perubahan. Dari sudut pandang Willa, kehidupan sehari-hari terlihat sebagai sesuatu yang penuh rasa ingin tahu dan imajinasi.
Namun, dunia kecil Willa perlahan berubah. Sahabatnya mengalami kecelakaan, sementara teman-temannya satu per satu mulai bersekolah. Keadaan tersebut membuat Willa ingin mengikuti jejak teman-temannya dan merasakan pengalaman yang sama.
Keinginan sederhana itu kemudian membawa Willa memasuki lingkungan sekolah yang memiliki banyak aturan dan batasan. Ia harus beradaptasi dengan pengalaman baru sekaligus memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang diinginkannya.
Kisah Willa di Surabaya Era 1960-an
Na Willa membawa penonton melihat kehidupan seorang anak yang tumbuh di Surabaya pada masa 1960-an. Willa digambarkan sebagai anak yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki imajinasi yang membuat lingkungan di sekitarnya terasa menarik.
Kehidupan Willa awalnya berjalan sederhana bersama keluarga dan teman-temannya. Hari-harinya dipenuhi berbagai pengalaman kecil yang bagi seorang anak terasa sangat berarti.
Situasi mulai berubah ketika salah satu sahabatnya mengalami kecelakaan. Pada saat yang hampir bersamaan, teman-teman Willa mulai bersekolah sehingga ia semakin sering ditinggalkan dalam keseharian mereka.
Willa kemudian memiliki keinginan untuk ikut bersekolah. Baginya, sekolah menjadi sesuatu yang menarik karena menjadi tempat baru yang dimasuki teman-temannya.
Namun, pengalaman tersebut ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Willa harus menghadapi berbagai aturan dan batasan yang sebelumnya tidak ia temui dalam kehidupan sehari-hari.
Belajar Memahami Perubahan
Perjalanan Willa di sekolah menjadi bagian penting dalam cerita. Dari berbagai pengalaman yang dilaluinya, ia perlahan memahami bahwa tumbuh dewasa berarti harus menghadapi perubahan.
Willa tidak hanya belajar mengenai lingkungan sekolah, tetapi juga memahami hubungan dengan orang-orang di sekitarnya. Berbagai kejadian membuatnya melihat kehidupan dari sudut pandang yang sedikit berbeda.
Cerita tersebut menjadi semakin dekat karena disampaikan melalui perspektif seorang anak. Hal-hal sederhana yang mungkin terlihat biasa bagi orang dewasa justru menjadi pengalaman besar bagi Willa.
Melalui karakter tersebut, Na Willa menghadirkan cerita tentang proses tumbuh dan belajar menerima keadaan. Film ini juga memperlihatkan bagaimana keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam perkembangan seorang anak.
Dibintangi Luisa Adreena
Luisa Adreena dipercaya memerankan karakter Willa. Ia beradu peran dengan Irma Rihi yang memerankan Mak dan Junior Liem sebagai Pak.
Selain itu, film ini turut menghadirkan Freya Mikhayla sebagai Farida, Azamy Syauqi sebagai Dul, serta Arsenio Ibrahim sebagai Bud.
Ryan Adriandhy bertindak sebagai sutradara sekaligus menulis skenario bersama Reda Gaudiamo. Film ini diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo dengan tetap mempertahankan kisah masa kecil yang menjadi inti ceritanya.
Produksi film berada di bawah Visinema, dengan Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser.
Sudah Hadir di Netflix
Na Willa sebelumnya telah tayang di bioskop Indonesia pada Maret 2026. Setelah menjalani penayangan di layar lebar, film berdurasi 118 menit tersebut kini dapat disaksikan melalui Netflix mulai 6 Agustus 2026.
Film ini mendapatkan klasifikasi Semua Umur dari Lembaga Sensor Film Indonesia sehingga dapat dinikmati bersama keluarga.
Kehadiran Na Willa di Netflix memberikan kesempatan lebih luas bagi penonton untuk mengikuti kisah Willa, mulai dari kehidupan sederhana bersama keluarga hingga pengalaman ketika dirinya mulai mengenal dunia sekolah.
Dengan memadukan nostalgia, humor, keluarga, dan cerita tentang tumbuh dewasa, Na Willa menghadirkan kembali gambaran masa kanak-kanak melalui sudut pandang yang sederhana tetapi penuh makna.