Bahaya Ganti Ban Mobil Satu Sisi, Gen! Risiko Serius Bisa Mengintai Tanpa Disadari

Genvoice.id | 09 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, banyak yang mikir kalau salah satu ban mobil udah aus, cukup ganti yang rusak aja. Kelihatannya hemat, tapi kenyataannya justru bisa jadi bumerang buat keselamatan dan kantong kamu. Mengganti ban hanya di satu sisi bikin performa mobil nggak seimbang, dan efeknya bisa berantai sampai ke komponen lain.

Masalah pertama yang sering muncul adalah stabilitas mobil yang berkurang. Ban baru dan ban lama punya ketebalan serta cengkeraman berbeda, jadi mobil cenderung nggak stabil apalagi di jalan bergelombang. Saat ngerem atau belok, respons mobil juga bisa terasa aneh dan bikin nggak nyaman.

Selain itu, grip di jalan jadi nggak sama antara ban kanan dan kiri. Kondisi ini paling berbahaya waktu jalanan basah atau licin karena risiko tergelincir makin besar. Kalau ban nggak bisa membuang air secara merata, potensi aquaplaning pun meningkat.

Ketidakseimbangan ini juga bikin beban suspensi nggak merata. Shockbreaker, ball joint, sampai komponen kaki-kaki lainnya bisa aus lebih cepat. Lama-lama, kerusakan ini bikin biaya servis membengkak. Bahkan, ban yang beda kondisinya bisa bikin setir ketarik ke satu arah saat ngerem mendadak, yang jelas bikin panik di jalan.

Bukan cuma itu, getaran dan suara bising sering muncul kalau ban beda usia. Awalnya mungkin cuma ganggu telinga, tapi kalau dibiarkan, bisa jadi tanda ada masalah besar di kaki-kaki mobil. Ditambah lagi, hambatan gulir yang nggak sama bikin mesin harus kerja ekstra, yang artinya konsumsi bensin naik alias makin boros.

Intinya, Gen, ganti ban itu sebaiknya dilakukan berpasangan, bukan cuma satu sisi. Walaupun kelihatannya sepele, perbedaan kecil di permukaan ban bisa memengaruhi keselamatan dan kenyamanan berkendara secara signifikan. Jadi, sebelum mikir hemat sekarang, pikirkan juga risiko jangka panjangnya. Keselamatan kamu di jalan nggak ada gantinya.