Viral Petani Tuban Terbang Naik Drone, Ini 6 Fakta di Balik Video yang Heboh di Media Sosial
JAKARTA, GENVOICE.ID - Video yang memperlihatkan seorang petani terbang menggunakan drone menuju area persawahan viral di media sosial dan memancing rasa penasaran warganet. Rekaman tersebut menampilkan seorang pria yang melayang di udara menggunakan pesawat tanpa awak berukuran besar hingga memunculkan berbagai spekulasi.
Penelusuran lebih lanjut mengungkap bahwa video tersebut merupakan konten yang dibuat untuk media sosial, bukan aktivitas bertani yang dilakukan sehari-hari. Berikut sejumlah fakta di balik video viral tersebut.
Lokasi pengambilan video berada di Tuban
Aksi tersebut direkam di area perkebunan Desa Sembungrejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam video, drone disebut terbang hingga ketinggian sekitar 15 meter dengan jarak tempuh kurang lebih 1 kilometer.
Video dibuat sebagai konten media sosial
Pemilik akun sekaligus Direktur PT Bina Tani Makmur Jombang, Budianto, menjelaskan bahwa narasi mengenai petani yang rutin terbang ke sawah tidak benar. Video itu sengaja dibuat sebagai konten hiburan untuk menarik perhatian pengguna media sosial dan meningkatkan jumlah pengikut akun miliknya. Sementara pria yang terlihat terbang dalam video diketahui bernama Daeman, yang merupakan rekan kerjanya.
Drone merupakan hasil modifikasi
Perangkat yang digunakan bukan drone komersial biasa, melainkan drone pertanian yang telah dimodifikasi. Menurut Budianto, drone tersebut memiliki kemampuan mengangkut beban hingga sekitar 150 kilogram sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan logistik di area perkebunan.
Tidak digunakan untuk mengangkut pekerja
Meski video memperlihatkan seseorang menaiki drone, Budianto menegaskan alat tersebut pada operasional sehari-hari tidak dipakai sebagai sarana transportasi bagi pekerja. Fungsi utamanya adalah mengangkut bibit, pupuk, hasil panen, serta membantu penyemprotan pestisida di lahan pertanian.
Membantu mengatasi akses lahan yang sulit
Daeman menjelaskan penggunaan drone mulai diterapkan karena lokasi perkebunan memiliki akses yang cukup sulit. Area tersebut dikelilingi tambak dan tidak memiliki jalan yang memadai untuk kendaraan bermotor, sehingga pengiriman pupuk maupun hasil panen menggunakan drone dinilai jauh lebih efisien.
Belum akan disewakan secara komersial
Teknologi drone berkapasitas besar tersebut baru digunakan pada tahun 2026. Meski menarik perhatian publik setelah videonya viral, pihak pengelola menegaskan belum memiliki rencana menyewakan drone tersebut kepada pihak lain dan masih memfokuskannya untuk mendukung operasional perkebunan.