Ruben Amorim Minta Maaf ke Fans MU, Akui Banyak Kesalahan Saat Latih Manchester United

Genvoice.id | 09 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ruben Amorim akhirnya buka suara soal masa-masa sulit yang ia jalani ketika menjadi pelatih Manchester United. Kini resmi memulai petualangan baru bersama AC Milan, pelatih asal Portugal itu mengakui kariernya di Old Trafford tidak berjalan sesuai harapan.

Penunjukan Amorim sebagai pelatih baru Rossoneri sempat memicu banyak perdebatan. Pasalnya, ia datang ke San Siro setelah menjalani periode yang kurang sukses bersama Manchester United. Dalam waktu sekitar satu musim, Amorim gagal membawa Setan Merah bangkit sebelum akhirnya mengakhiri masa kerjanya lebih cepat.

Meski begitu, Amorim tidak mencoba mencari pembenaran atas kegagalannya. Ia justru secara terbuka mengakui telah melakukan sejumlah kesalahan selama menangani klub asal Inggris tersebut. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pelajaran penting yang akan membantunya berkembang sebagai pelatih di masa depan.

Dalam wawancaranya yang dikutip Manchester Evening News, Amorim mengaku sulit menjelaskan secara rinci apa yang sebenarnya terjadi selama di Manchester United karena banyak faktor yang memengaruhi situasi saat itu.

"Sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan itu karena saya harus menceritakan seluruh konteks dari perjalanan terakhir saya (di Man United)."

Akui Pernah Salah dan Minta Maaf kepada Fans MU

Amorim tidak menutup-nutupi bahwa dirinya membuat beberapa keputusan yang ternyata tidak memberikan hasil terbaik bagi Manchester United.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Setan Merah karena merasa kesalahan tersebut ikut berdampak pada performa tim selama dirinya menjabat.

"Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah saya belajar banyak dan saya memang melakukan beberapa kesalahan (selama di MU)."

Selain itu, Amorim juga mengaku masih menyimpan penyesalan karena tidak sempat berpamitan secara langsung kepada para suporter Manchester United saat meninggalkan klub.

"Saya tidak memiliki kesempatan untuk menyampaikan sesuatu kepada para penggemar Manchester United saat itu dan saya menyesal karena itu. Namun, saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun."

Pengalaman Buruk Jadi Bekal Bersama AC Milan

Kini Amorim memilih menatap masa depan bersama AC Milan. Baginya, kegagalan di Manchester United bukan akhir dari perjalanan, melainkan proses yang membuatnya menjadi pelatih yang lebih matang.

Ia menyadari masih banyak keputusan yang seharusnya bisa diambil dengan lebih baik. Namun, ia percaya setiap pengalaman, termasuk yang mengecewakan, memiliki nilai penting untuk perkembangan kariernya.

"Sekarang ceritanya sudah berbeda. Ada banyak hal yang sebenarnya bisa saya lakukan dengan lebih baik pada pengalaman terakhir saya. Namun, terkadang memang seperti itu. Anda harus belajar untuk mencapai level yang berbeda. Itulah cara saya memandangnya."

Amorim juga menegaskan dirinya akan terus memperbaiki kekurangan yang dimiliki. Meski demikian, ia mengaku tetap akan mempertahankan beberapa prinsip yang selama ini menjadi dasar filosofi kepelatihannya.

"Semua orang belajar dari pengalaman mereka. Saya belajar banyak. Saya memang melakukan beberapa kesalahan. Saya akan mencoba mengubahnya, tetapi ada beberapa hal yang tidak akan pernah saya ubah. Saya yakin saya akan menjadi pelatih yang lebih baik. Itu saja."

Berpeluang Bertemu Lagi dengan Manchester United

Tak butuh waktu lama bagi Amorim untuk kembali berhadapan dengan mantan klubnya. AC Milan dijadwalkan menghadapi Manchester United dalam laga pramusim yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Pertandingan tersebut diprediksi menjadi momen emosional bagi Amorim. Selain kembali bertemu mantan anak asuhnya, ia juga berkesempatan menyapa para pendukung Manchester United yang sebelumnya belum sempat ia ucapkan salam perpisahan.

Bagi Amorim, duel itu bukan sekadar pertandingan persahabatan. Laga tersebut juga menjadi kesempatan membuktikan bahwa ia telah belajar dari masa lalunya dan siap membuka babak baru bersama Rossoneri.