Trump Geram ke Putin, Janji Kirim 10 Rudal Patriot untuk Ukraina

Genvoice.id | 09 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Donald Trump mengungkapkan kekesalannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dan berjanji mengirimkan 10 rudal Patriot ke Ukraina, menyusul keputusan untuk kembali melanjutkan bantuan militer Amerika Serikat yang sempat tertahan.

Dalam rapat kabinet pada Selasa (waktu setempat), Presiden AS itu menyebut bahwa sikap Putin yang tampaknya bersahabat ternyata tidak berarti banyak. "Kami terlalu sering menerima omong kosong dari Putin," katanya, menegaskan bahwa Rusia harus ditanggapi lebih tegas.

Trump juga menyatakan keterbukaannya terhadap kemungkinan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Moskow. Ia menyebut kecewa dengan tindakan Rusia baru-baru ini dan akan memastikan Ukraina tetap memiliki kemampuan untuk bertahan, terutama di tengah serangan besar-besaran dari Rusia.

Langkah terbaru Trump adalah mengirim 10 rudal Patriot - angka yang disebut jauh lebih sedikit dari 30 rudal yang sebelumnya direncanakan oleh pemerintahan sebelumnya. Namun, Trump juga berjanji akan mencari jalur distribusi tambahan untuk memperkuat pertahanan Ukraina.

Ukraina sendiri menyambut baik pengiriman rudal tersebut, meski Kementerian Pertahanan negara itu menyebut jumlahnya "terlalu kecil" jika dibandingkan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Mereka menegaskan pentingnya konsistensi dan kepastian dalam dukungan militer dari mitra luar negeri.

Langkah ini diambil setelah Kyiv mengalami serangan udara masif dari Rusia pada Kamis malam, yang melibatkan ratusan drone dan rudal balistik. Rudal Patriot sendiri berperan vital dalam sistem pertahanan udara Ukraina, terutama untuk menghadapi serangan mendadak dan intens.

Sebelumnya, pengiriman senjata sempat dihentikan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dengan alasan stok rudal yang menipis. Keputusan tersebut menuai kecaman luas dari Ukraina dan sejumlah anggota parlemen AS karena dinilai tidak berdasar.

Trump akhirnya membatalkan keputusan tersebut setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Menurut Zelenskyy, pembicaraan tersebut merupakan yang terbaik sejauh ini dan menandai titik balik dalam hubungan kedua pemimpin.

Meski bantuan kembali dikirimkan, jumlah rudal Patriot yang diberikan diperkirakan hanya cukup untuk menghadapi satu serangan malam skala besar. Seorang penasihat pemerintah Ukraina menyebut bahwa saat ini "bukan soal jumlah, tetapi soal kemauan politik untuk tetap mendukung Ukraina".

Sementara itu, Jerman disebut tengah menjajaki opsi membeli rudal Patriot dari AS untuk dikirim ke Ukraina, namun Trump justru meminta Jerman menggunakan persediaannya sendiri dan mengusulkan agar biaya bantuan dibagi antara AS dan Eropa.

Di tengah meningkatnya intensitas serangan dari Rusia sejak Trump kembali ke Gedung Putih, Kyiv terus memperkuat kapasitas pertahanan udara mereka. Zelenskyy menegaskan bahwa sistem pertahanan seperti Patriot dan drone kini menjadi prioritas utama untuk melindungi warga sipil dari serangan Rusia yang semakin brutal.