Rossa Buka Peluang Terjun ke Politik: "Kami Butuh Payung Hukum yang Lindungi Musisi"

Genvoice.id | 09 Jun 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rossa menyatakan dirinya mulai mempertimbangkan untuk terjun ke dunia politik demi memperjuangkan hak-hak para pelaku industri musik di Indonesia. Dalam sebuah wawancara di MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (8/6), penyanyi yang dikenal lewat lagu "Tegar" itu menyuarakan keresahannya terhadap kurangnya perlindungan hukum bagi insan musik Tanah Air.

"Sebagai orang yang menggantungkan hidup dari musik, baik itu penyanyi maupun pencipta lagu, tentu kami ingin merasa aman dan sejahtera dalam berkarya," ungkap Rossa, dilansir dariOkezone Celebrity, Senin (9/6).

Ia menilai bahwa selama ini belum ada regulasi yang benar-benar melindungi musisi secara menyeluruh. Keresahan itu, menurut Rossa, tak hanya ia rasakan seorang diri, melainkan juga menjadi suara kolektif dari banyak seniman musik lain. "Saya yakin, para penyanyi dan pencipta lagu juga merasakan hal yang sama. Kita butuh kejelasan hukum," lanjutnya.

Rossa pun menyampaikan apresiasi kepada sejumlah musisi yang kini duduk di kursi legislatif karena telah membawa aspirasi para pelaku seni ke ruang parlemen. Ia berharap semakin banyak suara musisi bisa terdengar oleh para pengambil kebijakan.

Lebih jauh, Rossa menyoroti pentingnya pembaruan undang-undang yang mengatur industri musik, khususnya agar relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi. "Undang-undangnya harus mengikuti zaman. Kalau sudah ada dasar hukumnya, kita juga bisa lebih tenang dalam berkarya," katanya.

Meski belum secara eksplisit mengonfirmasi akan mencalonkan diri dalam pemilu, Rossa tidak menutup kemungkinan untuk masuk ke dunia politik demi memperjuangkan industri musik yang selama ini kurang mendapat perhatian serius. Baginya, keterlibatan langsung dalam proses legislasi bisa menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendorong perubahan nyata.

Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya keterlibatan figur publik dari sektor hiburan dalam dunia politik, sebagai upaya agar aspirasi pelaku industri kreatif tidak lagi sekadar menjadi wacana.